KAI Percepat Normalisasi Jalur Pekalongan-Sragi

  • 23 Jan 2026 12:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - KAI Daerah Operasi(Daop) 4 Semarang terus melakukan upaya percepatan normalisasi jalur kereta api pada petak jalan Stasiun Pekalongan – Sragi, tepatnya di KM 88. Hingga Kamis, 22 Januari 2026, jalur tersebut tetap dapat dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas maksimal 40 km/jam dan tidak terdapat pembatalan perjalanan KA.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan, proses pemulihan pada petak jalan Pekalongan - Sragi menunjukkan perkembangan positif. Genangan air yang sebelumnya terjadi pada jalur hulu dan hilir telah berhasil ditangani.

“Pada tahap ini masih diberlakukan pembatasan kecepatan 40 km/jam baik Jalur hulu maupun hilir. sambil menunggu kecukupan pemadatan balas serta perbaikan geometri rel agar kembali sesuai dengan standar keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Luqman melalui keterangan tertulis.

Dalam penanganan di lapangan, KAI Daop 4 Semarang telah mengerahkan 4 unit Kereta Penolong Jalan Rel (KPJR) serta ratusan tenaga kerja yang bekerja intensif selama 24 jam. Upaya normalisasi dilakukan melalui ecer balas, pengangkatan jalur secara manual, dan rencana pemecokan menggunakan alat berat apabila kondisi lapangan memungkinkan.

"KAI Daop 4 Semarang juga menargetkan peninggian jalur kereta api hingga 50 cm dari kondisi sebelum terjadinya genangan air. Hal ini meningkatkan ketahanan prasarana terhadap potensi genangan air di kemudian hari," ucap Luqman.

Ia menambahkan, selama proses normalisasi berlangsung, dampak operasional masih berupa kelambatan perjalanan kereta api, namun dalam batas yang sangat terkendali. “Kelambatan yang terjadi berkisar antara 1 hingga 6 menit, dan terus kami upayakan agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” katanya.

KAI Daop 4 Semarang mengimbau kepada para pelanggan untuk tetap memperhatikan informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI. “KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan pemantauan intensif hingga kondisi jalur dinyatakan sepenuhnya aman dan dapat kembali dilalui dengan kecepatan normal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....