Samuel Wattimena Dorong UMKM Rajut dan Perca Berinovasi
- 17 Jun 2025 17:00 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mendorong UMKM sektor kain perca dan rajut untuk melakukan inovasi, agar nilai produk yang dibuat meningkat. Sebab, potensi sektor kain perca dan rajut itu besar, mengingat disekitar Semarang banyak berdiri pabrik garmen.
Samuel dalam pertemuan dengan puluhan UMKM yang tergabung dalam komunitas Ken Runtah dan Komunitas Aura Rajut di Rumah Pohan Semarang menilai, kelemahan dari pelaku UMKM adalah tidak memiliki data. “Kita selalu bergerak hanya berdasarkan suka, tapi pasarnya siapa, seberapa besar, itu tidak pernah dipikirkan,” kata Samuel, Selasa (17/6/2025).
Jumlah penduduk Kota Semarang, kata Samuel, lebih dari 1,7 juta penduduk di mana pasar yang disasar UMKM ini belum ada 10 persen dari populasi. Kelemahan kedua itu target produksi mereka sangat terbatas yaitu mayoritas untuk perempuan dan pasar laki-laki yang digarap kurang dari 15 persen.
“Inovasi yang bisa dilakukan adalah dengan melihat gaya hidup pasar kita, indikasinya gampang kalau tiga bulan kita membuat satu produk, maka tiga bulan berikutnya jangan membuat produk yang sama,” jelasnya. Ia menjelaskan inovasi yang bisa dilakukan tidak perlu yang berlebih cukup dengan inovasi warna, bentuk, hingga motifnya.
Terkait kualitas, Samuel menilai pelaku UMKM kain perca dan rajut Semarang sudah cukup baik. “Kualitas itu Fifty-Fifty, kalau soal kemampuan diatas 70 persen, karena kemampuan dan kualitas sesuatu yang berbeda,” ungkapnya.
Ia juga mendorong terbentuknya komunitas-komunitas sejenis untuk pengembangan UMKM, karena semakin banyak komunitas. Oleh karenanya, akan terbentuk seperti komunitas yang membuat koleksi anak, komunitas perlengkapan laki-laki, hingga komunitas perlengkapan rumah tangga.
“Yang lemah dikedua komunitas ini adalah warna, padahal kebudayaan dan kesenian kita penuh warna,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Komunitas Aura Rajut Tri Astuti mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh anggota komisi VII DPR RI Samuel Wattimena, karena banyak menambah ilmu dan wawasan. Ia mengaku mewarnaan rajut selama ini belum optimal, karena pelaku UMKM rajut masih kurang wawasan tentang permainan warna.
“Dengan adanya pembinaan dari bapak Samuel, kita tahu bahwa warna itu penting sekali untuk pemasaran produk kita,” jelas Astuti yang sudah mengikuti pameran sejak tahun 2014. Anggota komunitasnya saat ini tidak hanya berasal dari kota Semarang, tapi dari Magelang dan Kendal yang memproduksi aneka produk rajut seperti topi, outer, hingga sepatu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....