Lomba Tong Prek, Upaya Warga Ngepung Pertahankan Tradisi Lokal
- 15 Mar 2026 20:53 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Suara kentongan dan bambu mengiringi lomba Thong-Thong Prek yang diikuti 13 kelompok peserta di Dukuh Ngepung Desa Subah, Sabtu 14 Maret 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemuda Masjid Nurul Huda, hingga terselenggara dengan sukses.
Ketua Panitia, Badrud menerangkan, lomba ini menjadi sarana memperkenalkan tradisi lokal kepada generasi muda. “Anak-anak sekarang hidup di era digital, tapi melalui lomba ini kami ingin mereka tetap mengenal dan mencintai budaya sendiri, tanpa harus kehilangan keseimbangan dengan teknologi,” ujarnya.
Hampir seribu penonton dari berbagai usia hadir menyaksikan pertunjukan. Anak-anak hingga orang dewasa ikut larut dalam irama “thong… thong… prek” yang dihasilkan dari alat musik sederhana seperti kentongan, bambu, dan kayu.
Setiap kelompok menampilkan kreativitas yang berbeda, memadukan musik ritmis dengan kostum, koreografi, dan tata panggung. Hingga tercipta pertunjukan yang apik dan estetik.
Selain hiburan, lomba ini juga membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meramaikan dengan stan makanan, minuman, dan produk lokal. Beberapa anak dan remaja yang terbiasa dengan gadget terlihat merekam momen pertunjukan dengan ponsel, tetapi mereka juga aktif menyaksikan dan ikut bernyanyi bersama.
"Ini menunjukkan bagaimana budaya tradisional dan kehidupan digital bisa berjalan seimbang," ungkapnya. Lomba Thong-Thong Prek di Dukuh Ngepung menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap hidup.
Terbukti dngan tingginya partisipasi masyarakat dan keterlibatan anak-anak muda yang cerdas menggunakan teknologi. Lomba itu juga menjadi sarana edukasi, hiburan, dan kebersamaan yang menjembatani budaya lama dan era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....