Hidupkan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan, Ratusan Jemaah Iktikaf di MAJT

  • 11 Mar 2026 14:14 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Ratusan jemaah memadati Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang, pada malam selikur atau malam ke-21 Ramadan 1447 Hijriah, Selasa malam hingga Rabu dini hari (10–11 Maret 2026). Mereka datang dari berbagai daerah untuk melaksanakan iktikaf dan menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan harapan dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar.

Sejak menjelang waktu Magrib, suasana masjid sudah dipenuhi jemaah yang datang untuk berbuka puasa bersama. Sebagian jemaah kembali pulang setelah salat tarawih, namun banyak pula yang memilih bertahan di masjid hingga tengah malam bahkan sampai menjelang salat subuh.

Memasuki pukul 22.00 WIB, jumlah jemaah kembali bertambah. Gelombang kedatangan jemaah juga terlihat sekitar pukul 02.00 WIB, bahkan jumlahnya lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Salah satu jemaah, Zaenuri (48), warga Kebonharjo, Semarang Utara, datang bersama istri dan tiga anaknya yang masih duduk di bangku sekolah. Ia mengaku telah tiga tahun terakhir rutin beriktikaf di MAJT setiap Ramadan.

“Kalau tanggal 1 sampai 20 saya datang sebelum Magrib dan pulang setelah tarawih. Kalau sudah sepuluh malam terakhir, saya datang sebelum Magrib dan pulang setelah Subuh,” ujarnya.

Selama iktikaf, keluarga Zaenuri juga memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah. Dua anaknya yang sedang menempuh pendidikan di pesantren tahfidz di Karanganyar memanfaatkan waktu di masjid untuk murojaah atau mengulang hafalan Al-Qur’an.

Di sudut lain masjid, Mustofa (60), warga Medoho Raya Semarang, juga terlihat mengikuti rangkaian ibadah malam. Ia mengaku sering datang ke MAJT pada malam-malam ganjil Ramadan untuk melaksanakan berbagai ibadah sunah.

Ia biasanya datang sekitar pukul 22.00 WIB untuk mengikuti salat tasbih berjemaah gelombang pertama. Setelah salat, ia terkadang pulang atau tetap bertahan di masjid hingga waktu subuh.

Kepala Bagian Humas Masjid Agung Jawa Tengah, Benny Arief Hidayat, mengatakan, selama sepuluh malam terakhir Ramadan berbagai kegiatan ibadah diselenggarakan untuk jemaah. Salah satunya salat tasbih berjemaah yang dilaksanakan dalam dua gelombang.

Salat tasbih gelombang pertama dimulai pukul 22.30 WIB hingga tengah malam dan dipimpin KH Amjad Al-Hafidz. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat hajat, salat taubat, wirid Asmaul Husna, serta doa bersama.

Menurut Benny, sekitar 150 jemaah mengikuti rangkaian ibadah tersebut pada malam selikur. Jumlah tersebut biasanya bisa bertambah pada malam-malam ganjil berikutnya.

“Malam ini kami menyediakan 250 bok nasi, teh, kopi, dan air putih. Nasi kami letakkan di dekat pintu masuk utama masjid dan dibagikan setelah salat gelombang kedua selesai,” kata Benny.

Sementara itu, KH Amjad Al-Hafidz mengingatkan jemaah bahwa sepuluh malam terakhir Ramadan merupakan kesempatan berharga untuk memperbanyak ibadah. Ia mengajak umat Islam memanfaatkan waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah.

“Banyak orang yang belum memanfaatkan waktu ini karena belum tahu keutamaannya. Kalau tahu, pasti mereka akan datang ke masjid,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....