Warga Semarang Keluhkan Sulitnya Cari Stok LPG Subsidi Tiga Kilogram

  • 04 Mar 2026 00:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Mendekati Idulfitri 2026, kebutuhan masyarakat terhadap gas LPG mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi ini membuat sebagian warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas, terutama LPG subsidi ukuran tiga kilogram, serta adanya kenaikan harga di tingkat pengecer.

Sejumlah warga mengaku sempat kesulitan mendapatkan gas melon di tingkat pengecer. Seperti halnya dikemukakan warga Jatisari Kota Semarang - Atik Sugianti, Selasa 3 Maret 2026.

“Semuanya sudah naik, gas juga ikut naik, Nanti apalagi yang naik, nyarinya sulit, harganya naik, boro boro kalau ada barangnya, ini aja ada barangnya sudah mahal,” ujarnya.

Area Manager Communucation, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan memastikan stok dalam kondisi aman dan pasokan telah ditambah. “Kami menyalurkan sebanyak tambahan 710.060 tabung, tambahan tersebut untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, karena volume memasak di bulan ramadhan ini meningkat,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen - LP2K Jawa Tengah - Abdun Mufid menegaskan, LPG subsidi ukuran 3 kilogram atau gas melon harus benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Selain itu bagi pelaku usaha mikro yang berhak.

“ Tapi justru yang diperhatikan dalam hal ketersediaan LPG, LPG Subsidi ya. Yang 3 kilogram agar pengunaannya, sesuai yang diperuntuknnya seperti keluarga miskin dan UMKM, “ tuturnya. Hingga kini masih banyak ditemukan penyalahgunaan di lapangan, di mana LPG subsidi ini justru digunakan oleh masyarakat mampu. (Setev/Dars/royce).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....