Kajian Ahad Sore, Masjid Alqodar Semarang Bahas Hakikat Penciptaan Manusia

  • 02 Mar 2026 08:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kajian Ahad sore di Masjid Jami Alqodar Sendangmulyo, Tembalang, Kota Semarang pada pekan kedua Ramadan 1447 Hijriah, Minggu, 1 Maret 2026 mengangkat tema hakikat penciptaan manusia. Ratusan jemaah memadati ruang utama masjid untuk menyimak pemaparan mengenai tujuan hidup dan kemuliaan insan di hadapan Allah Swt.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program dakwah rutin masjid selama bulan suci. Selain kajian sore, Masjid Alqodar juga menggelar pengajian Tafsir Al-Qur’an setiap Ahad pagi serta peringatan hari besar Islam seperti Nuzulul Qur’an.

Dalam ceramahnya, Ustadz Alim Zainudin, S.Ag., menegaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara sia-sia. Ia mengutip Surah Al-Mu’minun ayat 115 sebagai pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah tempat ujian sebelum manusia kembali kepada Allah SWT.

“Surah Al-Mu’minun ayat 115 ini mengingatkan bahwasanya dunia hanyalah tempat ujian, bukan akhir dari kehidupan. Setiap tindakan manusia akan dihisab,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia menjelaskan, manusia memiliki karamah insaniyah atau kemuliaan sebagai makhluk ciptaan Allah Swt. Kemuliaan tersebut melekat sejak lahir karena manusia dibekali akal, potensi kebaikan, serta pedoman hidup yang sempurna untuk beribadah.

“Nah kemuliaan ini melekat sejak manusia dilahirkan dan menempatkan manusia sebagai makhluk tertinggi dibandingkan makhluk lainnya. Jadi manusia diciptakan dengan hikmah dan tujuan yang jelas, yakni beribadah kepada Allah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Alim Zainudin menegaskan, manusia berasal dari keturunan Nabi Adam as. Ia meluruskan pandangan yang mengaitkan manusia dengan teori evolusi yang kerap menjadi perdebatan.

“Jadi dianggap manusia seperti kera, karena wajahnya mirip kera. Bukan itu, kita adalah keturunan manusia Adam as., yang Allah kembangbiakan melalui pernikahan,” ucapnya.

Kajian yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut diikuti ratusan jemaah, pengurus takmir, Yayasan Alqodar, dewan pembina, serta Pemuda Islam Jami Alqodar (Pijar). Rangkaian kegiatan dakwah kemudian ditutup dengan buka puasa bersama guna mempererat silaturahmi antarwarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....