Kenapa saat Puasa Keinginan Makan Pedas Meningkat?
- 26 Feb 2026 09:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Rasa ingin makan pedasa saat buka puasa sering dialami banyak orang, ternyata hal itu memiliki alasan tersendiri. Selama seharian berpuasa, kondisi perut yang kosong menyebabkan penurunan kadar gula darah secara drastis dalam tubuh.
Sensasi pedas dari zat kapsaisin pada cabai diketahui mampu memicu pelepasan hormon endorfin dan dopamin di otak. Hormon-hormon kebahagiaan ini memberikan efek relaksasi dan kepuasan luar biasa yang sangat dicari setelah menahan lapar selama belasan jam.
| Baca juga: Es Marem Minuman Favorit Saat Berbuka Puasa |
Selain itu, lidah yang cenderung terasa hambar karena kurangnya produksi air liur saat puasa membutuhkan pemicu rasa yang tajam. Rasa pedas berfungsi sebagai "penghidup" saraf sensorik pada mulut sehingga makanan terasa jauh lebih nikmat dan menggugah selera.
Kebiasaan budaya kuliner di Indonesia yang sangat identik dengan sambal juga memainkan peran psikologis yang besar. Secara tidak sadar, pikiran kita sudah mengasosiasikan momen makan besar dengan kehadiran rasa pedas sebagai pelengkap yang wajib ada.
Namun, Anda perlu waspada karena lambung yang kosong dalam keadaan sensitif dapat teriritasi oleh asupan cabai yang berlebihan. Konsumsi pedas yang terlalu agresif saat berbuka berisiko memicu naiknya asam lambung atau gangguan pencernaan seketika.
Sebaiknya, awali momen berbuka dengan air putih dan makanan ringan yang lembut sebelum menyentuh hidangan pedas favorit Anda. Dengan cara ini, perut memiliki waktu untuk beradaptasi sehingga Anda tetap bisa menikmati sensasi pedas dengan lebih aman dan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....