Kampung Ramadan Bisa Dikembangkan Jadi Wisata Ramah Muslim
- 24 Feb 2026 16:59 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Fenomena Kampung Ramadan yang marak di berbagai desa dinilai tidak sekadar menjadi ajang perayaan dan berburu kuliner berbuka puasa. Lebih dari itu, konsep tersebut berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata ramah muslim yang berdampak pada ekonomi lokal.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Negeri Semarang, Bayu Bagas H, menilai Kampung Ramadan memiliki daya tarik kuat apabila dikemas secara profesional. Menurutnya, kegiatan ini relevan dengan program moslem friendly tourism(MFT) atau wisata ramah muslim yang tengah didorong pemerintah.
“ini bisa dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata yang relevan dengan program pemerintah sekarang yaitu MFT. Tidak sekedar budaya tapi bisa berdampak ke ekonomi yang cukup prospektif saya kira.” ujarnya dalam wawancara di Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 24 Februari 2026.
Secara ekonomi, Kampung Ramadan memberi kontribusi terhadap perputaran uang di tingkat lokal. Peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan, terutama pada sektor kuliner, fesyen, dan kebutuhan ibadah, menjadi peluang bagi pelaku usaha desa.
Namun demikian, Bayu mengingatkan bahwa potensi tersebut tetap dipengaruhi kondisi daya beli masyarakat. Tantangan seperti pemutusan hubungan kerja dan keterbatasan pendapatan perlu menjadi perhatian agar dampak ekonomi bisa optimal.
“Kalau dari sisi pricing sudah sesuai, sebenarnya peluang itu tetap ada. Tetapi kita juga melihat adanya keterbatasan daya beli masyarakat, ini menjadi tantangan tersendiri agar Kampung Ramadan benar-benar bisa memberi dampak optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah sangat diperlukan dalam bentuk kebijakan yang memudahkan pelaku usaha. Mulai dari pengelolaan parkir yang tertib, pembebasan retribusi tertentu, hingga jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci pengembangan Kampung Ramadan ke depan. Pemerintah desa dapat menggandeng perguruan tinggi serta melibatkan mahasiswa untuk membantu promosi digital dan pengemasan acara agar lebih menarik.
Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, Kampung Ramadan tidak hanya menjadi simbol kemeriahan bulan suci. Konsep ini berpeluang tumbuh sebagai destinasi wisata ramah Muslim sekaligus motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. (ARITSU)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....