Tak Sekadar Puasa, Empati Jadi Makna Utama Ibadah Ramadan
- 19 Feb 2026 21:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Ramadan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama. Nilai tersebut menjadi bagian utama dari ajaran Islam yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Prof. Rozihan menegaskan, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata. Lebih dari itu, Ramadan menjadi sarana membentuk karakter yang peduli terhadap sesama.
| Baca juga: Ramadan Satukan Hati Bangun Pati Bersama |
Menurutnya, konsep empati dalam Muhammadiyah dikenal dengan pendekatan irfan. “Irfan itu bagaimana kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Rabu, 18 Februari 2026.
Menurutnya, empati menjadi dasar penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. “Jangan sampai mencubit orang lain kalau dirimu itu dicubit sakit,” katanya.
Ia menegaskan, kepedulian kepada sesama menjadi bagian penting dari makna ibadah Ramadan. Oleh karenanya, di bulan Ramadan, empati harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dalam bulan Ramadan, umat Islam didorong untuk memuliakan orang lain, terutama mereka yang membutuhkan bantuan, sebagai salah satu kunci keberhasilan ibadah. “Manusia yang mulia adalah yang bisa memuliakan manusia yang lain,” ujarnya.
Melalui nilai irfan, Muhammadiyah mendorong umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri. Tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....