Pengamat: Nobar Piala Dunia Berpotensi Putar Uang hingga Rp1 Miliar di Daerah
- 10 Jul 2026 11:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 berpotensi menghasilkan perputaran uang hingga Rp1 miliar di setiap daerah. Potensi tersebut berasal dari meningkatnya transaksi UMKM, penjualan merchandise, hingga aktivitas usaha kuliner.
Pengamat ekonomi Universitas Negeri Semarang, Vitradesie Noekent mengatakan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengoptimalkan peluang tersebut. Salah satunya dengan menyediakan ruang publik untuk penyelenggaraan nobar.
"Pemda dapat memberikan dukungan dengan menyelenggarakan kegiatan nobar di ruang publik, contohnya Pemerintah Kota Surakarta yang membuka area kantor pemkot untuk kegiatan nonton bareng. Langkah seperti ini mampu menghadirkan keramaian yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat," katanya kepada RRI, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Desie, penyelenggaraan nobar mampu menggerakkan berbagai sektor usaha. Mulai dari kuliner, garmen, penjualan merchandise, hingga aktivitas komunitas lokal.
"Yang paling terlihat adalah UMKM bergerak. Ada interaksi ekonomi, ada penjualan, kemudian berkembang ke sektor merchandise, garmen, hingga komunitas lokal yang ikut terlibat," ujarnya.
Ia memperkirakan perputaran uang selama penyelenggaraan Piala Dunia, mulai fase grup hingga final, dapat mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar di satu daerah. Nilai tersebut berasal dari transaksi UMKM, penjualan merchandise, serta aktivitas ekonomi di kafe dan restoran.
Menurutnya, sektor kuliner menjadi pihak yang paling merasakan dampak positif. Selain itu, industri garmen, penjualan perlengkapan olahraga, dan sektor pariwisata juga berpotensi memperoleh manfaat ekonomi.
Desie menilai momentum Piala Dunia sebaiknya dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi jangka panjang. Oleh karena itu, pelaku UMKM didorong memperkuat pemasaran melalui platform digital.
"UMKM harus lebih digital, aktif membuat konten, mengikuti perkembangan Piala Dunia, dan membangun interaksi dengan konsumen melalui media sosial. Dengan cara itu, manfaat ekonominya dapat terus berlanjut meskipun Piala Dunia telah usai," katanya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas mampu memaksimalkan manfaat ekonomi dari Piala Dunia 2026. Dengan demikian, euforia sepak bola tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....