Pemain Protes Bisa Langsung Kartu Merah di Piala Dunia 2026
- 05 Mei 2026 10:47 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemain yang menutup mulut saat menghadapi lawan atau memilih keluar lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan wasit kini terancam sanksi tegas berupa kartu merah di Piala Dunia 2026. Aturan baru tersebut telah disepakati oleh International Football Association Board menjelang Kongres FIFA yang berlangsung di Vancouver, Kamis (30/4/2026).
Dikutip dari laman TVRINews Selasa, 5 Mei 2026, IFAB memastikanbahwa protokol baru tersebut akan mulai diterapkan pada turnamen yang berlangsung pada musim panas ini. Namun, badan tersebut tidak mewajibkan kompetisi lain untuk mengikuti aturan yang sama.
Penerapannya di luar Piala Dunia akan diserahkan kepada masing-masing penyelenggara kompetisi.
Aturan kartu merah bagi pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes muncul setelah kontroversi besar di final Africa Cup of Nations (Piala Afrika) 2025. Dalam pertandingan tersebut, sejumlah pemain Senegal keluar lapangan sebagai protes terhadap keputusan penalti di menit akhir.
Penalti itu diambil oleh Brahim Diaz dari Maroko, namun gagal dikonversi menjadi gol setelah penundaan panjang. Senegal akhirnya tetap memenangkan pertandingan melalui perpanjangan waktu.
Dikutip dari TheGuardian, Rabu (29/4/2026),dalam pernyataan resminya, IFAB menegaskan: “Atas kebijakan penyelenggara kompetisi, wasit dapat memberikan sanksi kartu merah kepada pemain mana pun yang meninggalkan lapangan permainan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.”
Pernyataan itu juga menambahkan, “Aturan baru ini juga berlaku bagi ofisial tim yang mendorong pemain untuk meninggalkan lapangan. Tim yang menyebabkan pertandingan dihentikan pada prinsipnya akan dinyatakan kalah.”
Meski demikian, aturan ini tidak lepas dari kritik, terutama dari liga-liga domestik di Eropa. Salah satu kekhawatiran utama adalah kemungkinan situasi di mana pemain meninggalkan lapangan karena menjadi korban pelecehan rasial. Dalam kasus seperti itu, pemberian kartu merah dinilai bisa menjadi tidak adil.
Isu ini makin sensitif setelah insiden yang melibatkan bintang Vinicius Junior dari Real Madrid. Ia menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melakukan pelecehan rasial sambil menutup mulut dengan bajunya dalam sebuah pertandingan pada Februari lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....