Audisi PB Djarum 2026, 36 Pebulutangkis Raih Super Tiket

  • 14 Sep 2026 07:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus – Sebanyak 36 pebulutangkis muda meraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 setelah melewati rangkaian seleksi selama lima hari, 9–13 September, di GOR Djarum Jati, Kudus. Perjuangan mereka belum berakhir karena harus menjalani karantina selama empat pekan dengan dua kali fase eliminasi untuk menguji bakat, kemampuan, dan mentalitas sebelum berpeluang menjadi atlet binaan PB Djarum.

Dari 36 peraih Super Tiket tersebut, sebanyak 18 atlet lolos melalui jalur turnamen pada tiga kelompok usia, yakni U-11, KU 11, dan KU 12 putra dan putri. Sementara 18 atlet lainnya memperoleh Super Tiket berdasarkan hasil pemantauan Tim Pencari Bakat PB Djarum.

Selama menjalani Tahap Karantina di asrama PB Djarum, para atlet akan kembali bersaing untuk memperebutkan kesempatan memperoleh Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Atlet yang dinyatakan lolos selanjutnya akan bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengapresiasi antusiasme peserta dan dukungan orang tua serta pelatih dalam penyelenggaraan Audisi Umum PB Djarum 2026. Menurutnya, keberlanjutan audisi menjadi bagian penting dalam menjaga regenerasi pebulutangkis Indonesia.

"Kami mengapresiasi kepada orang tua, pelatih, dan anak-anak atlet usia dini yang selalu menanti penyelenggaraan Audisi Umum. Itu artinya, kaderisasi mata rantai bulutangkis Indonesia tetap terpelihara dengan baik. Selamat untuk yang lolos ke Tahap Karantina, tapi ini baru permulaan karena tantangan selanjutnya akan semakin berat. Bahkan, jika nanti masuk PB Djarum pun level persaingannya akan lebih tinggi lagi. Jadi para peserta harus bersiap,” ujar Yoppy.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, mengatakan perjuangan para pebulutangkis muda selama proses seleksi menunjukkan kegigihan untuk menembus gerbang pembinaan PB Djarum. Menurut juara All England 2003 itu, Audisi Umum tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga menguji kemampuan dan mentalitas bertanding para atlet sejak usia dini.

“Selamat kepada para peserta Audisi Umum PB Djarum yang berhasil mendapatkan Super Tiket. Perjuangan belum berakhir karena masih ada fase karantina. Jadi, semua peserta harus mempersiapkan diri lebih matang lagi mulai dari fisik hingga mental. Tetap disiplin, terus memberikan yang terbaik dan ikuti arahan pelatih,” ungkap Sigit.

Sigit juga meminta peserta yang belum mendapatkan Super Tiket tidak berhenti berlatih. Ia menegaskan, peluang untuk bergabung dengan PB Djarum tetap terbuka bagi atlet yang terus meningkatkan kemampuan dan menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun ke depan.

“Bagi yang belum mendapatkan Super Tiket jangan berkecil hati, tetap semangat untuk terus berlatih. Meskipun sudah berapa kali gagal, suatu saat mungkin akan bisa berhasil. Tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahun ke depan apabila kalian berlatih dengan giat, akan menjadi yang terbaik. Sampai bertemu di Audisi Umum PB Djarum 2027,” ucap Sigit.

Salah satu peraih Super Tiket melalui jalur turnamen adalah Aldi Aprian Nugraha dari nomor KU 12 Putra. Pebulutangkis asal PB Mustika Ungaran, Jawa Tengah, itu mengamankan tiket setelah mengalahkan Abidzar Al Ghifari asal Bandung, Jawa Barat, pada hari terakhir turnamen.

Aldi mengatakan keberhasilannya menjadi peraih Super Tiket merupakan hasil latihan intensif selama setahun terakhir. Pada Audisi Umum PB Djarum 2025, langkahnya untuk masuk PB Djarum sebelumnya terhenti pada fase screening.

"Sejak tahun lalu, Saya fokus latihan, memperbaiki kekurangan, makan juga dijaga jangan sampai telat dan nggak boleh sering pegang handphone. Makanya sekarang senang sekali bisa lolos tahap turnamen. Sekarang saya harus mempersiapkan diri supaya bisa lebih bagus lagi pada saat di karantina," ucap Aldi.

Selain melalui jalur turnamen, Super Tiket juga diberikan kepada atlet berdasarkan pemantauan Tim Pencari Bakat. Salah satunya Adibha Fitria asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang gagal di babak 16 besar nomor U-11 putri, tetapi tetap mendapatkan Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat dan berhak mengikuti Tahap Karantina di asrama PB Djarum.

“Senang banget rasanya (bisa masuk tahap karantina) karena aku memang mau masuk PB Djarum supaya bisa jadi pemain dunia. Ini kedua kalinya aku ikut Audisi Umum, tahun lalu aku baru main satu kali langsung kalah. Terus tahun ini ikut lagi dan berhasil ke Babak 16 Besar dan nggak menyangka bisa dapat Super Tiket,” ucap Adibha. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....