Audisi Umum PB Djarum Lanjut ke Tahap Turnamen
- 11 Sep 2026 19:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus- Pencarian bakat-bakat potensial dalam Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus berlanjut ke Tahap Turnamen pada Jumat, 11 September 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus. Pada babak ini, sebanyak 576 atlet yang telah lolos fase screening bersaing sengit guna memperebutkan Super Tiket. Di Sektor putra, meningkatnya kualitas pebulutangkis muda membuat persaingan semakin ketat.
Hal ini membuat Legenda PB Djarum sekaligus Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Aryono Miranat, cukup gembira melihat kualitas atlet-atlet muda yang mengikuti audisi umum tahun ini. Ia juga menekankan pentingnya aspek non teknis di luar bakat dan skill sebagai salah satu komponen penilaian untuk bergabung dengan PB Djarum.
“Dari segi kualitas ada beberapa yang bagus. Selain dari Pulau Jawa, saya juga melihat ada yang dari Kalimantan itu juga bagus. Bagaimana cara dia merespon permainan, misal posisi jatuhnya bola di tengah atau di samping, pengembalian bolanya apakah tetap taktis atau seenaknya. Selain itu, attitude juga penting seperti bagaimana menyikapi hasil misalnya banting raket atau meledek lawan, dan lainnya,” ucap pria yang dijuluki Coach Naga Air tersebut.
Salah satu pebulutangkis muda yang menunjukkan penampilan apik di arena Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus ialah Keanu Al Fathir Rahadi. Atlet putra KU-12 asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini melakoni tahap turnamen Audisi Umum PB Djarum dengan motivasi tinggi untuk meraih Super Tiket. Ia berhasil mengamankan kemenangan pada hari pertama Tahap Turnamen usai mengalahkan Nidan Mauludi Fathan asal Kuningan, Jawa Barat, dengan straight game 21-10 dan 21-13.
“Untuk persiapan audisi ini, saya latihan seminggu 11 kali. Saya ingin bergabung dengan PB Djarum karena banyak atletnya yang menjadi juara dunia. Sama pelatih saya bukan cuma dilatih soal teknik tapi saya juga soal kemandirian. Seperti di asrama saya cuci baju sendiri. Pokoknya hidup disiplin dan menjaga pola makan. Paling pegang handphone kalau telepon orang tua saja,” kata Keanu yang sebelumnya pernah mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada 2024 dan terhenti di Tahap Turnamen.
Hal sama juga ditunjukkan oleh Farnas Rozan Iraqee, atlet putra KU-12 asal Sampang, Madura, Jawa Timur yang pantang menyerah bergabung dengan PB Djarum melalui jalur Audisi Umum. Pasalnya, ia sudah empat kali mengikuti Audisi Umum sejak 2023. Pada Tahap Turnamen, Jumat (11/9), ia tampil dominan atas Dimas Purnama Putra asal Jepara, Jawa Tengah, dengan dua set langsung 21-9 dan 21-6.
“Aku mau masuk PB Djarum supaya bisa berprestasi dan membanggakan orang tua. Sebagai persiapan audisi, aku fokus latihan selama seminggu. Setelah latihan rasanya kayak ada aura juaranya dan tambah semangat. Orang tua saya bilang harus semangat dan memaksimalkan kesempatan audisi terakhir ini untuk masuk karantina PB Djarum,” ucap Farnas yang terinspirasi oleh gaya permainan Zaki Ubaidillah itu.
Sementara itu, Koordinator Atlet Putra Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Leonard Holvy de Pauw, menuturkan agar para peserta yang menang di Tahap Turnamen pada Jumat, 11 September 2026 tidak berpuas diri. Perjuangan bergabung dengan PB Djarum masih sangat panjang.
Tahapan Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus masih akan berlanjut hingga hari keempat pada Sabtu, 12 September 2026. Pada hari terakhir Tahap Turnamen, akan diumumkan peserta yang berhak meraih Super Tiket dan meneruskan perjuangannya ke tahap karantina. Untuk mengamankan Super Tiket, peserta putra wajib menembus babak semifinal. Sedangkan untuk pebulutangkis putri, Super Tiket akan diberikan bagi pebulutangkis muda yang sukses mencapai babak final.
Selain melalui jalur kemenangan di lapangan, peluang bergabung dengan PB Djarum masih terbuka melalui Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat yang diberikan kepada peserta dengan potensi menjanjikan guna diasah lebih lanjut, meskipun gagal lolos ke semifinal ataupun final pada Tahap Turnamen.
Super Tiket bukan akhir dari perjuangan bergabung dengan PB Djarum. Para peserta akan menjalani tahap karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum. Selama itu, mereka akan menjalani kehidupan sehari-hari sebagai atlet PB Djarum dan memperoleh penilaian atas kedisiplinan, teknik serta kualitas yang dimiliki sebelum akhirnya dinyatakan sebagai atlet binaan PB Djarum.
“Penilaian sebenarnya ada pada saat karantina. Di sana kami bisa melihat kebiasaan mereka yang sebenarnya. Bagaimana mereka hidup di asrama, disiplin, makan dan mengatur waktu istirahat. Mungkin yang biasa latihan sehari sekali, nanti harus latihan sehari dua kali. Anak yang terbiasa dimanja nanti akan terlihat di karantina. Karena tugas kami bukan hanya meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga membentuk karakter dan integritas,” Holvy menjelaskan. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....