UII dan UNS Dominasi Juara Beregu dan Perorangan Campus League Badminton Regional

  • 30 Agt 2026 06:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Campus League Badminton Regional Semarang 2026 resmi berakhir di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro (Undip), Sabtu 29 Agustus 2026. Universitas Islam Indonesia (UII) keluar sebagai juara kategori beregu, sementara Universitas Sebelas Maret (UNS) tampil dominan di kategori perorangan.

Selama empat hari, Campus League Badminton Regional Semarang mempertemukan 149 student-athlete dari 17 perguruan tinggi. Mereka tidak hanya berasal dari Semarang, tetapi juga Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Purwokerto, hingga Makassar.

Persaingan berlangsung ketat sejak babak awal. Para student-athlete harus mengandalkan teknik, kekuatan fisik, strategi, sekaligus kemampuan beradaptasi dengan sistem skor terbaru yang diterapkan dalam kompetisi.

UII Juara Beregu Campus League Badminton Semarang

Pada kategori beregu, UII tampil sebagai kampiun setelah mengalahkan tuan rumah Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan skor 2-0 pada partai final.

Pasangan ganda putra UII, Mochammad Billawal Aryo Jatmiko/Muhammad Danish Maulad Ferary, menjadi bagian penting dari keberhasilan tim meraih gelar juara.

Jatmiko mengatakan kemenangan tersebut tidak lepas dari kekompakan seluruh anggota tim.

“Alhamdulillah kami bisa menjadi juara dan tidak ada pemain yang cedera. Persaingan di lapangan berlangsung ketat, terutama di final. Kunci kemenangan kami sebenarnya ada pada kerja sama tim,” kata Jatmiko.

Menurutnya, keberhasilan UII bukan hasil kerja pemain yang tampil di lapangan saja. Dukungan rekan satu tim, pengurus, hingga pihak yang mempersiapkan kebutuhan selama turnamen turut berperan.

“Wah, kami tidak mungkin mempersiapkan semuanya sendirian. Kemenangan ini hadir berkat kontribusi teman-teman yang bertanding di lapangan maupun yang memberi dukungan dari luar lapangan,” ujarnya.

Gelar juara Campus League Badminton Regional Semarang sekaligus membawa UII melangkah ke fase puncak The Nationals di Bandung.

Muhammad Danish Maulad Ferary menyadari persaingan di tingkat nasional akan jauh lebih berat. Karena itu, tim UII akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk meningkatkan persiapan.

“Kami masih punya waktu untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi The Nationals di Bandung. Kami menyadari lawan-lawan nanti akan jauh lebih berat dan beragam,” kata Ferary.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara latihan dan kewajiban akademik sebagai mahasiswa.

UNS Raih Tiga Gelar Perorangan

Jika UII menjadi penguasa kategori beregu, UNS tampil sebagai kampus paling dominan pada kategori perorangan.

Dari enam nomor yang dipertandingkan, UNS berhasil mengamankan tiga gelar juara.

Tiga gelar tersebut diraih pasangan Adna Farrell Nugroho/Muhamad Khalil Munawar Abullah di ganda putra, Lintang Ari Rahmawati/Tanaya Yafiyah Darojat di ganda putri, serta Adna Farrell Nugroho/Lintang Ari Rahmawati di ganda campuran.

Dua gelar lainnya diraih Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) melalui Akmal Zaidan Pamuji di tunggal putra dan Universitas Islam Indonesia melalui Alfira Deanika di tunggal putri.

Sementara nomor 3 vs 3 menjadi milik UNNES melalui Muhammad Rafael Ramadhani/Ryan Adi Wicaksono/Ayu Dian Pertiwi.

Pada nomor tunggal putri, Alfira Deanika yang merupakan unggulan pertama berhasil menjadi juara setelah mengalahkan unggulan kedua dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Selvyra Khalishah.

Alfira menang dua gim langsung dengan skor 15-10, 15-13.

Mahasiswi asal Yogyakarta tersebut mengaku bangga bisa meraih gelar juara sekaligus membawa nama UII dalam kompetisi yang baru pertama kali diikutinya.

“Alhamdulillah saya bisa memberi hasil yang terbaik. Jauh-jauh ke sini, dan ini baru pertama kali juga saya mewakili kampus,” ujar Alfira.

Ia mengaku mengetahui Campus League sebagai salah satu kompetisi olahraga mahasiswa yang memiliki persaingan tinggi dari informasi para senior di kampusnya.

“Diberi kepercayaan untuk bermain di Campus League Badminton Regional Semarang 2026 itu bangga banget. Tahu dari teman-teman senior kalau Campus League ini termasuk kompetisi besar. Jadi alhamdulillah saya senang bisa dapat hasil yang terbaik di sini,” katanya.

Terapkan Sistem Skor Baru BWF

Campus League Badminton Regional Semarang juga menjadi ajang bagi para student-athlete untuk beradaptasi dengan sistem skor terbaru Badminton World Federation (BWF).

CEO Campus League, Ryan Gozali, mengatakan penerapan sistem tersebut dilakukan sebagai langkah awal agar pemain dan perangkat pertandingan terbiasa dengan regulasi baru.

“Kami memang menerapkan sistem skor terbaru BWF untuk curi start, karena sudah ada kepastian akan diberlakukan regulasi baru ini secara menyeluruh,” kata Ryan.

Menurut Ryan, adaptasi lebih awal diperlukan agar pemain, perangkat pertandingan, dan seluruh pihak yang terlibat memiliki waktu untuk memahami sistem tersebut.

“Kami melihatnya sederhana, tapi arahnya memang jangka panjang. Karena sistem skor sebelumnya juga akhirnya akan kadaluarsa ketika aturan baru diterapkan, jadi kami berpikir untuk kepentingan long-term,” ujarnya.

Pada kategori perorangan, pertandingan menggunakan format best of three games hingga 15 poin.

Sementara kategori beregu menggunakan format best of three sets dengan sistem relay point dan target 55 poin kumulatif

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....