Kalahkan Bhayangkara, LavAni Juara Putaran Dua Proliga Semarang
- 20 Apr 2026 07:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Jakarta LavAni Livin’ Transmeda memastikan diri sebagai juara putaran kedua Final Four Proliga 2026 dengan catatan sempurna tanpa kekalahan. Kepastian itu diraih setelah menundukkan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 (25-20, 25-15, 18-25, 25-22) pada laga penentuan di GOR Jatidiri Semarang, Minggu, 19 April 2026.
Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan dominasi LavAni sepanjang babak empat besar. Selain mengunci status tak terkalahkan, tim ini juga berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp60 juta.
Sejak set pertama, LavAni langsung tampil agresif dengan menurunkan komposisi terbaiknya. Dio Zulfikri mengatur tempo permainan, didukung Hendra Kurniawan di lini tengah, serta trio penyerang Boy Arnes, Taylor Sander, dan Georg Grozer yang tampil tajam.
Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan membuat Bhayangkara Presisi kesulitan mengembangkan permainan. Meski sempat memberi perlawanan melalui Rendy Tamamilang dan Bardia Saadat, LavAni tetap menutup set pertama dengan kemenangan 25-20.
Memasuki set kedua, Bhayangkara mencoba mengubah strategi. Namun, konsistensi LavAni justru meningkat. Spike keras Grozer dan Sander berulang kali menembus blok lawan, membuat set kedua berakhir telak 25-15.
Tertinggal dua set, Bhayangkara Presisi bangkit pada set ketiga. Koordinasi serangan yang lebih rapi dari Rendy Tamamilang, Agil Angga, dan Martin Atanasov berhasil mengeksploitasi celah pertahanan LavAni hingga merebut set dengan skor 18-25.
Set keempat berlangsung sengit dengan aksi saling kejar angka. Tak ingin laga berlanjut ke set penentuan, LavAni kembali meningkatkan intensitas serangan. Blok efektif Hendra Kurniawan serta penyelesaian akhir Boy Arnes memastikan kemenangan 25-22.
Hasil ini menjadi modal penting bagi LavAni menuju Grand Final dengan kepercayaan diri tinggi. Meski demikian, asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, menilai timnya belum tampil pada level terbaik.
"Pemain kami masih kedodoran menerima servis pemain asing Bhayangkara. Inginnya kami, sekali terima servis, langsung balas serangan dan bola mati di pihak lawan," ucap Erwin.
Selain faktor teknis, kondisi cuaca di Semarang juga disebut memengaruhi performa pemain. Fisik yang terkuras membuat permainan LavAni dinilai belum mencapai 100 persen.
Sementara itu, libero LavAni, Irpan, menyebut kemenangan ini menjadi suntikan moral penting jelang partai puncak. Ia optimistis timnya bisa tampil lebih baik di Grand Final.
Di kubu Bhayangkara Presisi, pelatih Reidel Alfonso Gonzalez Toiran menilai kekalahan ini sebagai bagian dari proses. Ia menyebut performa timnya baru berada di kisaran 60 persen.
Evaluasi utama, kata Toiran, terletak pada komunikasi dan koordinasi antarpemain yang masih belum solid. Hal senada disampaikan Rendy Tamamilang yang menilai laga ini sebagai bahan evaluasi untuk meminimalkan kesalahan sendiri pada pertandingan berikutnya di Yogyakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....