Menilik Sejarah Sistem Skor Permainan di Bulu Tangkis

  • 27 Apr 2026 08:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – BWF secara resmi akan memberlakukan aturan skor terbaru di bulu tangkis, dengan format 15x3 (best of three) pada 2027 mendatang. Perubahan ini memperpanjang sejarah perubahan sistem skor, yang terjadi di cabang olahraga bulu tangkis yang telah mengalami beberapa perubahan.

Perubahan tersebut disetujui dalam BWF Annual General Meeting ke-87, yang diadakan di Horsens, Denmark, Sabtu (25/4/2026). Sistem tersebut disetujui oleh sekitar 198 negara anggota BWF, sedangkan 43 negara menolak sistem yang akan mulai berlaku 4 Januari 2027.

Sistem skor pertama yang diberlakukan di bulu tangkis, adalah sistem 15 poin dalam tiga gim pada 1877 hingga 2002. Sistem 15 poin diberlakukan untuk nomor tunggal putra dan ganda, sementara untuk tunggal putri menggunakan sistem 11 poin.

Sistem yang berlaku adalah sistem pindah bola, yang artinya hanya pemain atau pasangan yang melakukan servis yang dapat meraih poin. Sementara sistem deuce terjadi di poin 13 atau 14 sama dan 9 atau 10 sama, dengan ditentukan oleh pemain yang mencapai angka tersebut terlebih dulu.

Sistem klasik tersebut bertahan sampai 2002, dimana pada Januari hingga Agustus 2002 diperkenalkan sistem tujuh poin dalam lima gim. Masih menggunakan sistem pindah bola, pemain dianggap memenangkan pertandingan jika telah meraih kemenangan dalam tiga gim.

Pada Agustus 2002, sistem klasik 15x3 kembali digunakan di olahraga tepok bulu tersebut. Perbedaannya pada sistem deuce yang kini lebih ringkas, dengan ditentukan oleh pemain yang mencapai angka 14 di nomor tunggal putra dan ganda atau 11 di nomor tunggal putri.

Tahun 2005 kemudian sistem 21x3 diuji untuk menjadi sistem skor baru, karena sistem 7x5 dianggap tidak mampu menyederhanakan permainan. Sistem yang berlaku adalah sistem reli poin, dimana jika setiap pemain melakukan kesalahan maka lawan langsung memperoleh poin.

Sistem yang membuat pemain harus memenangkan dua gim tersebut, mulai efektif digunakan sejak Agustus 2006. Sejak saat itu, sistem 21x3 menjadi sistem skor yang familiar digunakan di bulu tangkis hingga saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....