Bantu Daerah, Taekwondo Indonesia Jateng Fokus Pemerataan Pembinaan Atlet
- 01 Apr 2026 10:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Tengah mendorong pemerataan pembinaan atlet di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ketimpangan fasilitas dan kualitas pembinaan di sejumlah daerah.
Minimnya sarana latihan seperti matras serta keterbatasan anggaran dari pemerintah daerah menjadi kendala utama. Kondisi tersebut membuat beberapa wilayah tertinggal dalam mencetak atlet berprestasi.
Sejumlah daerah seperti Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, dan Purbalingga dinilai masih menghadapi keterbatasan pembinaan. Akibatnya, daya saing atlet dari daerah tersebut di tingkat Jawa Tengah masih relatif rendah.
Sebagai langkah awal, Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Tengah menyalurkan bantuan matras latihan. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pembinaan sekaligus mengurangi kesenjangan antar daerah.
Kabid Organisasi Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Tengah, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa pemerataan pembinaan menjadi fokus utama. Menurutnya, setiap daerah harus memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan atlet.
“Ini stimulus awal, untuk membantu kabupaten/kota yang masih minim peralatan latihan. Kami dorong supaya bisa menyusul. Harapannya ke depan semua daerah bisa punya perwakilan atlet untuk Jawa Tengah,” ujarnya.
Penyerahan bantuan matras dilakukan di Dojang Taekwondo Jawa Tengah, Senin, 30 Maret 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Kabid Binpres Taekwondo Indonesia Jawa Tengah, Derry Darmansyah.
Di Wonogiri, keterbatasan pembinaan bahkan lebih kompleks karena minimnya dukungan anggaran. Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia Wonogiri, Supriadi, menyebut selama ini pembinaan berjalan dengan segala keterbatasan.
“Dari pemerintah daerah maupun KONI Kabupaten, anggaran kami bisa dibilang nol. Untuk punya matras sendiri saja sangat sulit,” ungkapnya.
Ia menilai bantuan dari Pengprov menjadi angin segar bagi daerahnya. “Ini benar-benar membantu, apalagi kami termasuk yang tidak mendapat hibah. Setidaknya sekarang kami punya sarana latihan yang lebih layak,” katanya.
Hal serupa juga dirasakan Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Pekalongan. Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia Pekalongan, Dodit Widodo, mengakui keterbatasan fasilitas berdampak pada capaian prestasi atlet.
“Selama ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin dengan fasilitas yang ada. Memang belum bisa menembus tim Jateng,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....