Gubernur Jateng: Popda 2026 Fondasi untuk Atlet Muda ke Popnas 2027

  • 01 Sep 2026 18:01 WIB
  •  Semarang

RRI. CO. ID, Semarang - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026 resmi dibuka pada Selasa 1 September 2026 di GOR Indoor Jatidiri Semarang. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, Popda bukan sekadar ajang kompetisi antarpelajar, tetapi menjadi fondasi untuk menyiapkan atlet-atlet muda provinsinya menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) NTB 2027.

Menurut gubernur, para peserta Popda merupakan bibit-bibit unggul yang harus dipersiapkan sejak dini melalui sistem pembinaan dan seleksi yang terukur. "Popda Jawa Tengah merupakan dasar untuk nanti kita take off menjadi Popnas. Artinya, adik-adik kita ini adalah bibit-bibit unggul yang kita ciptakan untuk membawa harum nama Jawa Tengah," kata Ahmad Luthfi usai membuka Popda Jateng 2026.

Ia menyinggung capaian Jawa Tengah pada Popnas sebelumnya. Pada ajang tersebut, Jawa Tengah berhasil menempati posisi kedua secara nasional. Ahmad Luthfi berharap prestasi tersebut dapat kembali dipertahankan bahkan ditingkatkan melalui pembinaan yang dilakukan sejak tingkat daerah.

"Popnas kemarin, Jawa Tengah adalah juara dua. Hari ini harus kita ulang dengan cara system. Mereka harus kita bibit dari awal dan seluruh cabor kita pertandingkan dengan harapan nanti ini menjadi landasan pijak untuk take off ke Popnas," ujarnya.

Menurutnya, sistem pembinaan sejak usia pelajar menjadi penting untuk memastikan atlet yang dikirim ke kompetisi tingkat nasional benar-benar memiliki kualitas dan potensi prestasi. Popda Jateng 2026 sendiri mengusung tema "Tingkatkan Tradisi Prestasi" dan berlangsung pada 1-6 September 2026.

Sebanyak 9.010 peserta ambil bagian dalam ajang tersebut. Mereka terdiri dari 1.647 atlet SD, 2.335 atlet SMP, 3.533 atlet SMA, 1.210 pelatih, serta 334 official.

Para peserta akan memperebutkan 522 medali emas, 522 perak, dan 740 perunggu dari 23 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Cabang olahraga tersebut meliputi angkat besi, atletik, balap sepeda, bola basket 5x5, bola voli indoor, bola voli pantai, bulutangkis, dayung, gulat, judo, karate, menembak, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, senam, sepak takraw, sepak bola, taekwondo, tenis, tenis meja, tinju, dan wushu.

Pertandingan digelar di sejumlah venue di Kota Semarang dan daerah sekitar, di antaranya Kompleks GOR Jatidiri, FIK Unnes, GOR Universitas Semarang, Banjir Kanal Barat, Kendal Sport Center, hingga Gymnastic Hall Pati.

Selain mengejar prestasi, Ahmad Luthfi menilai olahraga perlu dikenalkan sebagai bagian dari kehidupan anak muda sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan berolahraga dapat membantu membentuk karakter generasi muda.

"Dari kecil mereka sudah kita didik bahwa olahraga merupakan kebutuhan dasar, gaya hidup, style yang harus dimiliki oleh anak-anak muda," tuturnya.

Ia menyebut olahraga dapat menjadi sarana membangun karakter, khususnya dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan mental kompetitif.

"Sehingga ke depan dia mempunyai jiwa karakter terkait dengan disiplin, tanggung jawab, dan jiwa petarung," katanya.

Di sisi lain, Ahmad Luthfi meminta para atlet menikmati proses selama mengikuti Popda. Ia menekankan bahwa kompetisi olahraga pelajar harus menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

"Enggak ada tantangan, ini harus bersenang-senang. Olahraga senang," ujar Ahmad Luthfi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, mengatakan Popda menjadi sarana untuk mengukur pencapaian pembinaan prestasi olahraga atlet pelajar di daerah.

Selain itu, Popda menjadi ajang seleksi untuk membentuk tim pelajar yang dipersiapkan menghadapi event olahraga tingkat nasional maupun internasional.

"Popda ini menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana pencapaian pembinaan prestasi olahraga atlet pelajar di daerah. Selain itu, juga menjadi bagian dari proses seleksi untuk membentuk tim pelajar yang akan dipersiapkan menghadapi event olahraga Pelajar tingkat nasional Popnas maupun internasional," ujar Aria.

Ia berharap dari Popda Jateng 2026 dapat muncul atlet-atlet potensial yang nantinya menjadi andalan Jawa Tengah dan Indonesia. Penyelenggaraan Popda juga diharapkan mampu meningkatkan gairah dan motivasi pelajar untuk berlatih dan berprestasi sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan melalui semangat sportivitas.

"Harapannya, dari Popda ini lahir atlet-atlet terbaik di kalangan pelajar yang ke depan bisa menjadi andalan Jawa Tengah maupun Indonesia," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....