Ackee, Buah Tropis yang Bisa Beracun
- 21 Sep 2026 10:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ackee merupakan buah tropis asal Afrika Barat yang kini sangat dikenal sebagai buah nasional Jamaika dan bahan kuliner khas. Nama ilmiahnya Blighia sapida, termasuk keluarga Sapindaceae, dengan buah berbentuk kapsul yang berubah warna ketika semakin matang secara alami.
Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), ackee matang akan membuka bagian buahnya secara alami, memperlihatkan daging kekuningan dan biji hitam mengilap. Daging tersebut menjadi bagian yang dapat dimakan setelah buah benar-benar matang serta diproses secara tepat.
Hal mengejutkannya, ackee mentah mengandung hypoglycin A, senyawa alami yang dapat menyebabkan gangguan serius pada tubuh manusia. Karena itu, FDA menegaskan buah mentah, biji, dan kulit ackee tidak boleh dikonsumsi oleh manusia dalam keadaan apapun.
Ketika ackee matang sepenuhnya dan membuka secara alami, kadar hypoglycin A pada bagian dagingnya turun sangat signifikan. Namun, biji dan kulit buah tetap mengandung kadar toksin tinggi sehingga bagian tersebut harus dibuang sebelum dikonsumsi.
| Baca juga: Jeruk Kimkit, Si Mungil yang Kaya Nutrisi |
Ackee menjadi bagian penting kuliner Jamaika dan secara tradisional sering disajikan bersama ikan asin sebagai hidangan khas setempat. Buah ini juga memiliki daging lembut berwarna kekuningan dengan bentuk menyerupai kelopak yang terbuka ketika matang secara alami.
Sementara Royal Botanic Gardens Kew mencatat Blighia sapida sebagai pohon yang dapat mencapai sekitar sepuluh meter tingginya ketika tumbuh optimal. Buahnya berukuran sekitar tujuh hingga sepuluh sentimeter dan memiliki aril yang dapat dimakan setelah matang sepenuhnya secara alami.
Keunikan ackee terletak pada perubahan dari buah berisiko menjadi pangan ketika proses pematangannya berlangsung secara alami sempurna. Fakta tersebut membuat ackee menarik bahwa keamanan makanan dapat sangat bergantung pada kematangan buah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....