Jejak Kuliner Legendaris Semarang, Cita Rasa Tetap Bertahan

  • 12 Agt 2026 10:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kota Semarang menyimpan kekayaan kuliner yang cocok disantap oleh berbagai kalangan. Setiap sudut wilayah menghadirkan cita rasa perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa.

Salah satu produk legendaris yang melekat dan menjadi identitas Semarang adalah lumpia. Sejarahnya bermula dari imigran Tionghoa yang menikah dengan perempuan Jawa pada abad ke-19.

Mereka menciptakan kudapan yang memadukan spring roll ala Tionghoa dengan isian rebung khas Jawa. Perpaduan inilah yang kemudian disebut dengan lumpia dan dikenal meluas hingga saat ini.

Di kawasan pecinan Semarang, telah berdiri salah satu kedai lumpia legendaris sejak abad tersebut. Saat ini, harga lumpia berkisar Rp18.000 hingga Rp25.000 per buah, disesuaikan dengan isian maupun kedai penjualnya.

Tak hanya itu, tahu gimbal juga menjadi menu yang tak kalah legendaris. Popularitasnya terus meningkat, menunjukkan bahwa kuliner ini tetap menjadi incaran di tengah gempuran menu modern.

Tahu gimbal memadukan lontong, tauge, telur, dan bakwan udang yang disiram saus kacang petis. Hanya dengan berbekal uang Rp15.000 hingga Rp30.000, wisatawan sudah dapat mencicipi kelezatan otentik khas Semarang.

Bagi pecinta menu ramah kantong, mie kopyok menawarkan harga mulai dari Rp10.000 saja. Kuliner legendaris sejak 1970 ini memadukan mie dengan tahu, tauge, beserta sambal kacang yang menambah cita rasa.

Selanjutnya, apabila hendak memberikan buah tangan untuk orang tersayang, bandeng presto menjadi jawaban. Harganya berkisar Rp25.000 hingga Rp150.000 per kilogram, tergantung ukuran maupun jenis ikannya.

Sepanjang awal 2026, kunjungan wisatawan kuliner ke Semarang tetap ramai, tak lekang oleh tren makanan modern. Kekayaan yang dimiliki, membuktikan bahwa tradisi masih mampu dipertahankan di tengah gempuran zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....