Cara Menghindari Kesalahan Umum saat Mengolah Cumi Blekutak
- 18 Mei 2026 19:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Cumi blekutak dikenal sebagai salah satu olahan seafood dengan tekstur khas dan rasa gurih alami. Namun, tidak sedikit orang yang gagal menyajikannya dengan sempurna.
Mulai dari tekstur yang alot hingga aroma amis yang mengganggu. Kesalahan kecil saat mengolah cumi blekutak bisa berdampak besar pada hasil akhir masakan.
Penting untuk mengetahui kesalahan umum yang sering terjadi serta cara menghindarinya. Berikut beberapa kesalahan umum mengolah cumi blekutak dan cara menghindarinya:
1. Tidak Membersihkan dengan Benar
Kesalahan paling umum adalah membersihkan cumi secara asal. Padahal, bagian tinta, tulang transparan, dan kulit tipis perlu diolah dengan tepat.
Cara menghindarinya, bersihkan cumi di bawah air mengalir, keluarkan isi perut dan tulangnya, lalu buang bagian yang tidak diperlukan. Jika ingin mengurangi bau amis, bisa merendamnya sebentar dengan air jeruk nipis atau cuka.
2. Memasak Terlalu Lama
Cumi yang dimasak terlalu lama akan menjadi keras dan alot, sehingga tidak nyaman saat dimakan. Cara menghindarinya, masak cumi dengan dua pilihan waktu.
Waktu cepat (sekitar 2–3 menit) atau lama sekalian (lebih dari 20 menit). Waktu memasak yang tanggung justru membuat tekstur cumi menjadi karet.
3. Tidak Menghilangkan Bau Amis
Bau amis adalah salah satu tantangan utama dalam mengolah seafood, termasuk cumi blekutak. Cara menghindarinya, gunakan bahan alami seperti jeruk nipis, lemon, atau jahe untuk menetralisir bau.
4. Salah Memilih Cumi
Kualitas bahan sangat menentukan hasil akhir masakan. Cumi yang tidak segar akan berbau tajam dan teksturnya lembek.
Cara menghindarinya, pilih cumi yang masih kenyal, berwarna cerah, dan tidak berlendir berlebihan. Aroma laut yang segar menjadi tanda cumi masih layak konsumsi.
5. Bumbu Tidak Meresap
Banyak yang mengeluh cumi terasa hambar meskipun sudah dibumbui. Cara menghindarinya, marinasi cumi selama 15–30 menit sebelum dimasak.
Gunakan bumbu seperti bawang putih, garam, dan sedikit kecap atau saus. Ini membuat rasa lebih meresap sehingga cumi tidak hambar.
6. Menggunakan Api yang Tidak Tepat
Api yang terlalu kecil membuat cumi mengeluarkan air berlebihan, sedangkan api terlalu besar bisa membuatnya cepat gosong. Cara menghindarinya, gunakan api sedang hingga besar saat menumis agar cumi matang cepat dan tetap juicy.
7. Tidak Mengeringkan Cumi Sebelum Dimasak
Cumi yang masih basah setelah dicuci dapat membuat minyak meletup dan hasil masakan menjadi kurang maksimal. Cara menghindarinya, tiriskan atau lap cumi dengan tisu dapur sebelum dimasak, terutama jika ingin digoreng.
Mengolah cumi blekutak sebenarnya tidak sulit, asalkan mengetahui teknik yang tepat. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, kamu bisa memasak cumi yang empuk, lezat, dan bebas bau amis. (WW).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....