Rayakan 90 Tahun, Toko Oen Semarang Hadirkan Enam Menu Fine Dining
- 17 Apr 2026 14:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Perayaan 90 tahun Toko Oen berdiri dirayakan dengan sesuatu yang baru. Kali ini, Jennie Megaradjasa sebagai pemilik sekaligus generasi ketiga Toko Oen menggelar fine dining yang menghadirkan enam menu.
Konsep fine dining yang dihadirkan kali ini menjadi cara untuk merangkum sejarah panjang restoran dalam bentuk menu. Program six-course dining digelar mulai 16 April hingga 4 Mei 2026, dengan harga Rp90ribu.
“Menu yang disajikan itu dari generasi pertama sampai generasi keempat. Dijadikan satu rangkaian,” katanya usai membuka fine dining di Toko Oen Jalan Pemuda Semarang, Kamis 16 April 2026.
Jennie menjelaskan, dalam satu paket, pelanggan diajak menikmati hidangan setiap fase perjalanan Toko Oen dari masa kolonial hingga generasi terbaru. Menu tersebut meliputi Soup Balletjes, Bitterballen, Bestik Lidah, Huzarensla, Nasi Goreng Spesial Toko Oen, serta Poffertjes Ice Cream.
Bahkan, ia mengklaim ada salah satu hidangan paling ikonik, yakni bestik lidah sapi. Hidangan tersebut menjadi yang paling banyak dipesan pelanggan, dari sejak dulu hingga sekarang.
Ia menjelaskan, hidangan potongan lidah sapi tersebut dimasak hingga empuk, disiram saus kental dengan rasa gurih dan sedikit manis, ciri khas adaptasi masakan Belanda yang disesuaikan dengan lidah lokal. “Dari dulu sampai sekarang masih sama, tidak ada perubahan,” ucapnya.

Selain itu, ada nasi goreng dengan jejak Eropa menjadi menu yang tak kalah mencuri perhatian. “Nasi gorengnya itu kalau dibilang ke arah masakan jawa juga ada Jawa, kalau Chinese juga ada rasa Chinese food juga atau eropa juga ada. Ini yang berbeda,” katanya
Para pengunjung juga bisa menikmati es krim spesial sebagai penutup rangkaian menu yang dibuat dengan mesin lama dan masih digunakan hingga kini, es krim ini menjadi simbol keberlanjutan tradisi yang jarang ditemukan di tempat lain. “Dari awal sampai sekarang tetap sama, termasuk cara membuatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jennie menerangkan, harga Rp90 ribu per orang tidak mencerminkan nilai sebenarnya jika setiap menu dihitung satu per satu namun peminat sajian ini sangat tinggi. “Kalau dihitung, sebenarnya jauh lebih mahal, tapi ini untuk merayakan,” katanya.
Bagi Toko Oen, menu 90 tahun ini tidak hanya soal makanan. Setiap hidangan membawa cerita tentang dapur lama yang tetap menyala, tentang resep yang tidak ditawar, dan tentang generasi yang datang silih berganti tanpa menghapus jejak sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....