Waspadai Sinyal Tubuh di Balik Haid Tidak Teratur
- 21 Sep 2026 15:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Siklus menstruasi setiap perempuan pada dasarnya bisa berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Namun, ada batas tertentu yang menandakan kondisi tersebut sudah tergolong tidak normal.
Secara umum, siklus menstruasi normal berlangsung pada interval 21 hingga 35 hari. Di luar rentang waktu tersebut sudah bisa dikategorikan sebagai pola yang tidak teratur.
Penyebab paling sering untuk siklus tidak teratur biasanya berkaitan dengan stres dan pola hidup. Perubahan berat badan drastis serta olahraga yang berlebihan juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon.
Selain pola hidup, gangguan tiroid, miom, dan lainnya kerap menjadi penyebab. Kondisi perimenopause juga memengaruhi keteraturan siklus menstruasi.
Siklus di luar periode 21 hingga 35 hari perlu diwaspadai. Tidak menstruasi selama tiga bulan berturut-turut juga termasuk kondisi yang harus diperiksakan.
Menstruasi yang lebih banyak atau sedikit biasanya juga patut dicermati. Gejala penyerta seperti nyeri hebat semakin memperkuat tanda bahaya.
Mencatat hari menstruasi setiap bulan juga sangat dianjurkan agar memudahkan pemantauan. Kalender manual atau aplikasi untuk melacak siklus bisa membantu mendeteksi pola tidak normal lebih cepat.
Riwayat kesehatan keluarga juga perlu diperhatikan saat menilai keteraturan siklus seseorang. Jika ibu atau saudara perempuan memiliki gangguan hormon serupa, sebaiknya lebih meningkatkan kewaspadaan.
Pemeriksaan sejak dini penting dilakukan agar penyebab pastinya dapat segera diketahui. Jangan menunda konsultasi ke dokter kandungan jika tanda-tanda tersebut mulai dirasakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....