Dinkes Jateng: Keluhan Peserta MTQ Nasional Didominasi ISPA

  • 20 Sep 2026 00:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah menyiapkan ratusan tenaga kesehatan selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 Tahun 2026 di Jawa Tengah. Hal itu untuk memastikan kondisi kesehatan para peserta dan kafilah selama pelaksanaan lomba MTQ Nasional di Kota Semarang.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Jateng, Irma Makiah mengatakan, sebanyak 308 tim kesehatan disiagakan selama pelaksanaan MTQ. Tim tersebut ditempatkan di sejumlah venue, titik kedatangan, bandara, lokasi registrasi hingga penginapan peserta.

Selain pelayanan di lokasi kegiatan, tim kesehatan juga disiapkan untuk menangani kondisi kegawatdaruratan selama 24 jam. “Jawa Tengah menyiapkan 308 timkes yang standby. Itu di luar acara opening dan closing karena opening dan closing pasti ada ekstra tim di situ,” kata Irma saat acara penutupan MTQ Nasional ke-31 di Lapangan Pancasila Semarang pada Sabtu 19 Sepetember 2026.

Menurutnya, hingga malam menjelang penutupan, berbagai keluhan kesehatan yang dialami peserta masih dapat ditangani dengan baik. “Alhamdulillah sampai saat ini, malam ini menjelang penutupan, semua bisa diatasi dengan baik,” ujarnya.

Irma menjelaskan, keluhan kesehatan yang dialami peserta cukup beragam. Namun, sebagian besar keluhan berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk dan pilek.

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi perbedaan cuaca yang harus dihadapi peserta dari berbagai daerah. Cuaca Kota Semarang yang cukup panas membuat sebagian peserta membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

“Rata-rata sebagian besar keluhannya terkait dengan ISPA. Karena ini perbedaan cuacanya ekstrem,” katanya.

Selain batuk dan pilek, sejumlah peserta juga mengalami demam serta gangguan pencernaan. Menurut Irma, keluhan tersebut masih tergolong wajar mengingat banyak peserta harus menempuh perjalanan jauh dan mengalami perubahan pola makan.

“Bervariasi, rata-rata ada yang hanya batuk pilek biasa, ada yang demam, ada yang keluhan pencernaan juga. Wajar, perjalanan jauh mungkin makannya juga terlambat,” jelasnya.

Irma menambahkan, kurangnya asupan cairan selama perjalanan maupun aktivitas juga dapat memicu munculnya keluhan kesehatan. Menghadapi cuaca panas, pihaknya mengingatkan masyarakat, termasuk peserta MTQ, untuk memperhatikan asupan makanan dan cairan.

“Yang pertama, asupan gizinya berimbang. Kebutuhan cairan dicukupi, minum dua liter minimal per hari air putih,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat mengurangi konsumsi minuman berkafein ketika cuaca sangat panas. Minuman berkafein memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil pada sebagian orang.

“Kalau cuaca seperti ini kurangi minuman yang mengandung kafein karena memicu untuk buang air kecil terus-menerus. Jadi, banyak air putih saja,” katanya.

Selain menjaga asupan cairan, masyarakat dianjurkan cukup beristirahat serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan saat matahari terik, Irma mengingatkan pentingnya perlindungan dari paparan sinar matahari, seperti menggunakan penutup kepala dan tabir surya.

“Kalau memang harus keluar di situ panas terik, jangan lupa pakai penutup kepala dan sunscreen,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....