IDAI Ingatkan Risiko Asma Anak Kambuh akibat Paparan Abu Vulkanik
- 07 Sep 2026 15:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua untuk mewaspadai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan anak. Abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu gangguan seperti batuk, bersin, pilek hingga sesak napas.
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikelnya sangat halus dan memiliki permukaan tajam sehingga dapat mengiritasi saluran pernapasan ketika terhirup. Paparan juga dapat memperburuk kondisi anak yang memiliki asma, alergi, atau penyakit paru kronis.
Ketua UKK Respirologi IDAI, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi (K), meminta orang tua tidak menganggap remeh gejala gangguan pernapasan pada anak. Jika anak mengalami napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, atau saturasi oksigen di bawah 94 persen, segera bawa ke fasilitas kesehatan.
IDAI menyarankan anak dijauhkan dari wilayah yang terdampak abu vulkanik. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk mengungsi, anak sebaiknya tetap berada di dalam rumah dengan pintu dan jendela tertutup, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Orang tua juga diminta mematikan AC yang mengambil udara dari luar dan mengaturnya pada mode sirkulasi ulang. Kipas angin sebaiknya tidak digunakan karena dapat membuat abu yang sudah mengendap di lantai atau perabot kembali beterbangan dan terhirup.
Saat membersihkan rumah, anak harus dijauhkan dari lokasi pembersihan. Abu sebaiknya dibersihkan menggunakan kain atau lap basah, atau dengan membasahi permukaan terlebih dahulu. Menyapu dalam kondisi kering justru dapat membuat partikel abu kembali menyebar ke udara.
Jika anak harus keluar rumah, IDAI menganjurkan penggunaan masker khusus anak bagi anak berusia lebih dari dua tahun. Masker harus terpasang dengan baik. Anak juga disarankan menggunakan kacamata, pakaian tertutup, dan segera membersihkan diri serta mengganti pakaian setelah kembali dari luar.
Bagi anak yang memiliki riwayat asma atau alergi saluran napas, orang tua diminta memastikan obat rutin dan obat darurat selalu tersedia. Paparan asap rokok dan asap dapur di dalam rumah juga harus dihindari karena dapat memperburuk iritasi saluran pernapasan.
IDAI juga mengingatkan pentingnya memastikan anak cukup minum dan mendapat makanan bergizi. Langkah tersebut membantu menjaga kondisi tubuh anak selama kualitas udara terdampak abu vulkanik.
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K), menegaskan perlindungan anak harus menjadi prioritas selama erupsi berlangsung. Orang tua diminta melakukan langkah pencegahan sejak dini dan tidak menunggu sampai muncul gangguan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....