Pastikan Kenyamanan Pasien, RSUD Batang Optimalkan Ruang Terbuka Hijau

  • 31 Agt 2026 14:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Tata letak sarana prasarana dan infrastruktur penunjang terus menjadi perhatian pengelola RSUD Batang dengan memperhatikan kenyamanan pasien maupun pengunjung. Salah satunya dengan mengoptimalkan keberadaan Ruang Terbuka Hijau, demi menjaga kenyamanan pasien dan mempercepat proses penyembuhan.

Direktur RSUD Batang dr. Any Rusydiani mengatakan, pembenaran infrastruktur terus dilakukan, baik infrastruktur ruang rawat inap dan lainnya. Termasuk, yang tidak kalah pentingnya, pembenahan terhadap ruang terbuka hijau di area RSUD.

"Pasien maupun keluarganya begitu masuk ke area rumah sakit, tidak hanya disuguhi bangunan yang tinggi saja. Tapi juga melihat taman-taman rindang, yang bisa menimbulkan rasa nyaman bagi pasien maupun keluarganya," ungkapnya, saat ditemui di RSUD Kabupaten Batang, Senin, 31 Agustus 2026.

Hal tersebut membantu proses sirkulasi udara yang baik. Selain dari banyaknya tanaman hijau yang dapat memproduksi oksigen, juga dari pemeriksaan rutin mutu oksigen tiap semester.

"Ambang batas debu dari 230, kami masih aman di angka 31,4, Karbon Monoksida dari ambang batas 10 ribu, kami ada di 1.718. Jadi aman begitupun untuk kadar oksigennya," tegasnya.

Sementara, ditemui secara terpisah, Anggota Dewan Pengawas RSUD Batang, 2016-2019, Retno Dwi Irianto mengatakan upaya untuk membenahi dan memberikan layanan kesehatan terbaik bagi warga Batang terus dilakukan melalui berbagai konsep pendekatan diantaranya sentuhan hati, pelayanan yang bersih dan tata kelola manajemen rumah sakit yang terus dibenahi seiring dengan tuntutan dan dinamika masyarakat dalam pemenuhan layanan kesehatan.

Di sisi lain peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga medis, paramedis , administrasi dan tenaga operasional lapangan. Pemandangan yang akan kita lihat di setiap sudut ruang ruang pelayanan rumah sakit adalah taman bunga yang sejuk di ruang terbuka hijau. "Ini mengisyaratkan bahwa RSUD dibangun dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan yang sehat tidak sekadar menciptakan gedung bertingkat yang dibalut ruang ber-AC sehingga berdampak pada suhu yang semakin panas di luar ruang pelayanan kesehatan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....