Cegah Kasus Baru, POPTI Batang Ajak Remaja Kenali Thalasemia Sebelum Menikah
- 16 Jul 2026 20:54 WIB
- Semarang
Poin Utama
- POPTI Kabupaten Batang mengadakan edukasi thalasemia kepada siswa SMA melalui kegiatan MPLS dengan metode interaktif berbentuk permainan untuk meningkatkan pemahaman remaja.
- Edukasi ditujukan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sebagai upaya mencegah risiko kelahiran anak dengan thalasemia.
- Hingga saat ini terdapat 42 orang penyintas thalasemia di Kabupaten Batang, dan program ini adalah bagian dari inisiatif Batang Zero Thalasemia untuk menekan angka kasus baru.
RRI.CO.ID, Batang – Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Batang mengajak remaja mengenali thalasemia sebelum memilih pasangan hidup. Edukasi tersebut diberikan kepada peserta didik baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai upaya menekan kasus baru thalasemia di Kabupaten Batang.
Sosialisasi menyasar pelajar tingkat SMA yang dinilai mulai memasuki fase mengenal lawan jenis. Langkah ini menjadi bagian dari program POPTI Batang untuk mewujudkan Batang Zero Thalasemia melalui peningkatan kesadaran sejak usia remaja.
Ahli Medis POPTI Batang sekaligus dokter anak RSUD Batang, dr. Tan Evi Susanti, mengatakan sebagian besar siswa masih belum memahami thalasemia. Karena itu, materi disampaikan dengan pendekatan yang lebih interaktif melalui permainan agar lebih mudah dipahami.
"Mayoritas mereka belum memahami Thalasemia, sehingga banyak yang mengajukan berbagai pertanyaan. Tapi dengan penyampaian yang dikemas dalam bentuk permainan, membuat siswa lebih cepat memahami Thalasemia,” ujarnya saat memberikan edukasi di Aula SMA Negeri 2 Batang, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, edukasi sejak remaja penting agar generasi muda memahami risiko thalasemia dan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Dengan bekal pengetahuan tersebut, diharapkan mereka dapat mengambil keputusan yang tepat dalam merencanakan kehidupan berkeluarga.
Program serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan POPTI Batang pada kegiatan MPLS di SMA Negeri 1 Bandar pada 2025. Hingga kini, jumlah penyintas thalasemia di Kabupaten Batang tercatat sebanyak 42 orang.
Salah seorang peserta MPLS, Haidar, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Ia kini memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sebagai salah satu upaya mencegah risiko thalasemia pada anak.
"Tadinya belum tahu, tapi sekarang jadi paham. Alangkah lebih baiknya melakukan cek kesehatan terlebih dahulu kepada calon pasangan, agar nantinya tidak terlahir anak yang terindikasi Thalasemia," katanya.
Melalui edukasi yang menyasar pelajar, POPTI Batang berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan thalasemia terus meningkat. Dengan deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, angka kelahiran penyintas thalasemia di Kabupaten Batang diharapkan dapat terus ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....