Jangan Asal Bungkus Makanan Panas dengan Plastik, Ini Risikonya

  • 26 Agt 2026 11:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Plastik menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian, terutama ketika masyarakat membeli makanan dan minuman secara praktis setiap hari. Namun, penggunaan plastik untuk pangan perlu disesuaikan dengan jenis bahan, kondisi makanan, suhu, serta tujuan penggunaannya secara tepat.

Mahasiswa S1 Gizi Universitas Diponegoro(Undip) Mutiara Andiana menjelaskan, beberapa jenis plastik memiliki karakteristik berbeda ketika digunakan sebagai kemasan pangan. “PET, HDPE, LDPE, dan PP banyak digunakan untuk pangan, sedangkan PVC serta PS perlu perhatian lebih,” ujar Mutiara di SPADA PRO2 RRI Semarang, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut Mutiara, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat kode plastik, tetapi memastikan kemasan memang dirancang untuk kontak langsung pangan. “Kemasan makanan panas harus sesuai peruntukannya, karena suhu dan lama kontak dapat memengaruhi perpindahan zat tertentu,” kata Mutiara.

Karena itu, kebiasaan memasukkan makanan panas ke kantong plastik sembarangan sebaiknya dihindari demi menjaga keamanan pangan bagi keluarga. Tren pesan antar dan take away juga membuat penggunaan wadah, tutup, sendok, sedotan, serta kantong plastik semakin meningkat.

Selain memperhatikan kesehatan, anak muda perlu mempertimbangkan jumlah kemasan sekali pakai yang digunakan setiap kali membeli makanan harian. “Membawa tumbler, kotak makan, dan alat makan pribadi merupakan langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik,” tutur Mutiara.

Kebiasaan tersebut dapat dibangun perlahan, misalnya dengan menyiapkan perlengkapan makan sebelum beraktivitas di kampus atau luar rumah harian. Pilihan kecil seperti menolak alat makan tambahan ketika tidak diperlukan dapat membantu mengurangi timbulan sampah plastik sehari-hari kita.

Pada akhirnya, memilih kemasan pangan bukan sekadar urusan praktis, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan dan keberlanjutan lingkungan kita. Anak muda dapat mulai lebih teliti membaca informasi kemasan, menggunakan wadah sesuai fungsinya, serta mengurangi plastik sekali pakai.

Menurut laman www.pom.go.id, keamanan pangan ternyata tak hanya bergantung pada bahan makanan dan proses pengolahannya. Kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan juga dapat menjadi sumber risiko kesehatan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini memperketat aturan terkait kemasan pangan melalui Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan. Peraturan tersebut berlaku untuk berbagai jenis bahan kemasan yang bersentuhan dengan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....