Digencarkan, ASN Pekalongan Jadi Sasaran Deteksi Dini “Silent Killer”
- 20 Apr 2026 18:54 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Digencarkan, ASN Pekalongan Jadi Sasaran Deteksi Dini “Silent Killer”
RRI.CO.ID, Pekalongan - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai mengencangkan strategi pencegahan penyakit dengan menggelar program cek kesehatan gratis di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin 20 April 2026. Langkah ini bukan sekadar layanan rutin, melainkan upaya sistematis mendeteksi dini ancaman penyakit yang kerap datang tanpa gejala.
Kegiatan yang dipusatkan di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) itu melibatkan tiga OPD sekaligus, yakni Kominfo, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida). ASN menjadi kelompok awal yang disasar dalam program ini.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melalui pengelola program Penyakit Tidak Menular (PTM), Fitriyatul Munawaroh menjelaskan, sistem pemeriksaan dirancang berlapis. Peserta tidak bisa langsung diperiksa, melainkan harus melalui pendaftaran dan skrining mandiri lebih dulu melalui aplikasi pesan singkat.
“Setelah itu baru dilakukan pemeriksaan langsung di lokasi,” jelasnya. Tahapan pemeriksaan terbilang komprehensif.
Mulai dari pengukuran dasar seperti berat badan, tinggi badan, lingkar perut, hingga tekanan darah. Tak berhenti di situ, peserta juga menjalani skrining Tuberkulosis (TB), pemeriksaan mata, telinga, serta kesehatan gigi dan mulut serta pemeriksaan darah turut dilakukan untuk mendeteksi risiko penyakit serius.
Mulai dari gula darah sewaktu hingga profil lipid seperti kolesterol, trigliserida, dan HDL. Pemeriksaan ini secara khusus menargetkan deteksi dini penyakit tidak menular, termasuk potensi stroke, terutama bagi peserta usia 40 tahun ke atas.
Bahkan, bagi peserta yang terindikasi hipertensi atau diabetes melitus, langsung diarahkan ke pemeriksaan lanjutan berupa elektrokardiogram (EKG) untuk membaca kondisi jantung secara lebih mendalam.
Program ini menjadi respons atas meningkatnya ancaman penyakit tidak menular yang sering kali datang tanpa tanda awal atau dikenal sebagai silent killer. Pemerintah daerah tampak ingin mengubah pola pikir masyarakat, dari yang semula reaktif saat sakit menjadi proaktif menjaga kesehatan.
Respons positif datang dari kalangan ASN yang menjadi peserta. Kepala Bidang Pengsosbud Bapperida Kabupaten Pekalongan, Rohmawan, menyebut program ini sebagai langkah nyata yang berdampak langsung pada produktivitas pegawai.
“Kami mengucapkan terima kasih atas program cek kesehatan gratis dari Bapak Prabowo untuk seluruh masyarakat, khususnya ASN di Kabupaten Pekalongan. Kami berharap ke depan program ini benar-benar meningkatkan produktivitas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pegawai Dinas Kominfo, Henry Susdiyanto. Ia menilai layanan ini memberi manfaat besar dalam mendeteksi penyakit sejak dini, baik penyakit menular maupun tidak menular di lingkungan kerja.
“Program ini sangat bermanfaat untuk mengetahui sejak dini berbagai penyakit. Harapannya, potensi penyakit bisa terdeteksi lebih awal,” katanya.
Dengan intensifikasi program ini, Pemkab Pekalongan mengirim pesan tegas: menjaga kesehatan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Deteksi dini menjadi kunci, sebelum penyakit berkembang menjadi beban yang lebih besar baik bagi individu maupun sistem kesehatan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....