Klaim JKN di Rembang Capai Rp370 Miliar, BPJS Tekankan Pentingnya Gotong Royong
- 06 Agt 2026 15:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang – BPJS Kesehatan mengungkapkan biaya pelayanan kesehatan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Rembang mencapai sekitar Rp370 miliar dalam setahun. Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan iuran yang terkumpul sekitar Rp200 miliar, sehingga prinsip gotong royong dinilai menjadi kunci utama menjaga keberlangsungan program.
Hal itu disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, saat sosialisasi Program JKN bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 600 warga.
Nuzuludin menjelaskan, Program JKN diselenggarakan berdasarkan prinsip saling membantu antarpeserta. Peserta yang sehat membantu pembiayaan peserta yang sakit, sedangkan peserta yang mampu ikut menopang perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu.
"BPJS Kesehatan merupakan penyelenggara jaminan sosial, yang kami utamakan bukan untung atau rugi, tetapi memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan. Selisih antara biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan dengan iuran yang diterima menunjukkan bahwa Program JKN benar-benar hadir untuk masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, keberlangsungan Program JKN sangat bergantung pada kepatuhan peserta dalam membayar iuran dan menjaga status kepesertaan tetap aktif. Dengan demikian, manfaat layanan kesehatan dapat terus dinikmati masyarakat secara berkelanjutan.
"Prinsip gotong royong adalah kekuatan utama Program JKN. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto mengatakan, BPJS Kesehatan bukan perusahaan asuransi yang berorientasi pada keuntungan. Program JKN merupakan program jaminan sosial yang dibangun untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat.
Ia menilai tingginya rasio klaim JKN di Kabupaten Rembang yang mencapai sekitar 92 persen menunjukkan besarnya manfaat yang diterima masyarakat dari program tersebut. “Rasio klaim yang tinggi menunjukkan besarnya manfaat Program JKN yang kembali kepada peserta," kata Edy.
Ia menambahkan, tantangan Program JKN ke depan adalah meningkatnya inflasi biaya kesehatan yang diperkirakan mencapai 8 hingga 10 persen setiap tahun. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat agar Program JKN tetap berkelanjutan serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh peserta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....