Deteksi Dini Penyakit, 500 Orang Ikuti Skrining Kanker Hati dan Hepatitis B

  • 01 Agt 2026 20:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 500 orang mengikuti skrining kanker hati dan penyakit Hepatitis B di Rumah Sakit Daerah (RSD) KRMT Wongsonegoro, Sabtu, 1 Agustus 2026. Pemeriksaan dini tersebut dilakukan sebagai bentuk edukasi agar masyarakat lebih peduli dengan penyakit Hepatitis B dan kanker hati.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinkes Kota Semarang, Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Skrining tersebut mengangkat slogan Berantas Hepatitis B dan Kanker Hati (Bhekti), sekaligus dilakukan dalam memeringati Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 28 Juli.

Ketua Panitia Skrining Kanker Hati dan Hepatitis B, Dr dr Hery Djagat Purnomo SpPD mengatakan, peserta skrining itu merupakan penderita Hepatitis B dan keluarganya yang masuk kelompok risiko tinggi. "Kegiatan ini untuk mendeteksi lebih awal, bagaimana monitoring secara berkelanjutan supaya pasien bisa diobati lebih awal," ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Menurut dia, penderita kanker hati ini punya angka keramat yaitu 80, karena ada sebanyak 80 persen masyarakat yang periksa dokter dalam stadium tingkat lanjut. "Sebanyak 80 persen pasien terinfeksi ini tidak bergejala, mereka datang ke dokter dalam kondisi penyakitnya sudah berat," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Zulfaci Wahab SpPd mengapresiasi skrining penyakit Hepatitis B dan kanker hati. Kegiatan ini satu momentum, tidak hanya seremonial tapi kegiatan nyata yang berdampak pada masyarakat.

"Hari ini, disamping deteksi dini penyakit Hepatitis B, mencegah kanker hati dengan cara Bhekti. Wujudnya dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui perubahan dari Hepatitis B jadi kanker hati, dan pemeriksaan USG untuk mendeteksi kanker hati," ujarn Zulfaci yang juga ikut memukul kentongan sebagai pembuka acara skrining penyakit Hepatitis B tersebut.

Pihaknya berharap, pemeriksaan itu akan menemukan lebih dini penyakit Hepatitis B maupun kanker hati. Dengan demikian, pencegahan maupun pengobatan bisa dilakukan lebih dini, supaya pembiayaan dan kualitas hidup masyarakat lebih baik.

Di sisi lain, Direktur Utama RSUD Dr Kariadi Semarang dr Agus Akhmadi MKes menuturkan, penderita penyakit ini masih dapat beraktivitas. Apabila tidak ditangani, bisa mengakibatkan kanker hati.

"Deteksi dini dan pemantauan merupakan langkah yang sangat penting. Kegiatan ini penting karena fokus tidak hanya penderita Hepatitis B, tapi juga memberi edukasi kepada keluarga mereka," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSD KRMT Wongsonegoro drg Rahma Defi Mkes mendukung kegiatan skrining Hepatitis B dan kanker hati. Peserta diharapkan bisa mendapatkan manfaat, sekaligus menjaga kesehatannya dengan lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....