Mikroplastik Berpotensi Masuk ke Tubuh Manusia, Ini Penjelasan Pakar
- 23 Jul 2026 15:48 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Mikroplastik merupakan ancaman lingkungan dan kesehatan yang semakin mendapat perhatian publik, dengan potensi masuk ke dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia.
- Terdapat dua sumber pembentukan mikroplastik: mikroplastik primer yang diproduksi dalam ukuran kecil dan mikroplastik sekunder yang berasal dari pelapukan sampah plastik.
- Mikroplastik sekunder terbentuk akibat paparan sinar matahari, kondisi cuaca, dan gesekan di lingkungan yang menyebabkan sampah plastik terurai menjadi partikel-partikel kecil.
RRI.CO.ID, Semarang – Mikroplastik tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap paparan partikel plastik berukuran sangat kecil yang kini semakin banyak ditemukan di lingkungan.
Pakar keamanan pangan, mikrobiologi, dan pencemaran mikroplastik Universitas Katolik Soegijapranata, Dr. Ineke Hantoro, mengatakan mikroplastik berasal dari dua sumber, yakni mikroplastik primer dan mikroplastik sekunder. Mikroplastik primer diproduksi dalam ukuran kecil, sedangkan mikroplastik sekunder terbentuk dari pelapukan sampah plastik akibat paparan sinar matahari, cuaca, dan gesekan di lingkungan.
"Tapi kalau misalnya dia sudah jadi sampah, kemudian terkena cuaca panas, sinar UV, angin, atau gesekan arus di lingkungan perairan, plastik akan mengalami pelapukan. Hasil pelapukan itulah yang kemudian kita sebut sebagai mikroplastik apabila ukurannya berkisar antara 1 mikrometer sampai 5.000 mikrometer atau 5 milimeter," katanya saat diwawancarai RRI, Kamis, 23 Juli 2026.
Berbagai penelitian juga menemukan keberadaan mikroplastik pada feses, usus, paru-paru, plasenta, darah, hingga air susu ibu. Bahkan, penelitian terbaru mendeteksi partikel plastik berukuran lebih kecil atau nanoplastik di dalam otak manusia, meski dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan masih terus dikaji oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
| Baca juga: Manfaat Buah Mengkudu yang Jarang Orang Tahu |
"Penelitian yang terbaru itu kemudian menemukan plastik dalam ukuran yang jauh lebih kecil yaitu nanoplastik itu di dalam otak manusia. Nah, ini kan menunjukkan bahwa mikroplastik sebenarnya bisa masuk ke dalam tubuh kita, cuman mungkin kesannya menakutkan begitu ya, wah, kayaknya ada di mana-mana, tidak mungkin dihindari kemudian bisa masuk ke berbagai organ," ucapnya.
Meski demikian, Ineke menjelaskan tidak semua mikroplastik dapat menyebar ke berbagai organ tubuh. Menurutnya, partikel dengan ukuran lebih besar umumnya akan dikeluarkan kembali melalui feses setelah masuk ke saluran pencernaan.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan plastik, terutama plastik sekali pakai, sebagai langkah sederhana untuk menekan paparan mikroplastik. Selain itu, masyarakat disarankan tidak menggunakan kembali kemasan plastik sekali pakai, menghindari menuangkan air panas ke wadah plastik, serta membersihkan saluran pencernaan ikan, udang, dan kerang sebelum dikonsumsi.
Langkah-langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko paparan mikroplastik sekaligus menekan pencemaran lingkungan akibat sampah plastik. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan upaya menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....