Kesadaran Tes HIV Meningkat, Temuan Kasus Ikut Bertambah

  • 01 Jul 2026 11:25 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Meningkatnya temuan kasus HIV dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi semakin banyak masyarakat yang menjalani pemeriksaan. Kondisi tersebut menunjukkan jangkauan tes HIV yang semakin luas, bukan semata-mata mencerminkan bertambahnya penularan baru.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Tropik Infeksi RSUP Dr. Kariadi, Dr. dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, Sp.PD., KPTI., MKM., mengatakan semakin banyak masyarakat kini bersedia melakukan tes HIV karena mulai memahami pentingnya deteksi dini. Menurutnya, pemeriksaan HIV kini semakin mudah diakses sehingga pasien dapat memperoleh penanganan lebih awal.

"Sebetulnya yang kita catat bukan peningkatan kasus, tetapi peningkatan jangkauan pemeriksaan. Sekarang semakin banyak masyarakat yang datang untuk tes HIV karena mulai memahami bahwa pemeriksaan itu aman, nyaman, dan ada jalan keluarnya," katanya kepada RRI, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan, selama ini masih banyak orang yang hidup dengan HIV tanpa mengetahui status kesehatannya karena enggan menjalani pemeriksaan. Ketakutan terhadap stigma dan diskriminasi membuat sebagian masyarakat baru terdeteksi setelah mengalami gangguan kesehatan.

Menurut Dr. Muchlis, kelompok yang masih banyak ditemukan terpapar HIV antara lain ibu rumah tangga, laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, serta kasus penularan dari ibu kepada anak. Di sisi lain, stigma terhadap orang dengan HIV masih menjadi tantangan yang perlu dihilangkan melalui edukasi kepada masyarakat.

"Masih ada pasien yang bercerita selama bertahun-tahun tidak boleh masuk ke kamar keluarga atau harus menggunakan peralatan makan khusus. Padahal HIV tidak menular melalui makan bersama, bersalaman, ataupun bergaul dalam satu lingkungan," katanya.

Ia menegaskan HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari sehingga masyarakat tidak perlu mengucilkan orang yang hidup dengan HIV. Sebaliknya, dukungan lingkungan dinilai penting agar semakin banyak orang berani melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan.

Dr. Muchlis juga mengingatkan pentingnya deteksi dini karena masih banyak pasien yang baru mengetahui dirinya terinfeksi setelah memasuki stadium AIDS. Padahal, infeksi HIV dapat dikendalikan apabila diketahui lebih awal dan penderita rutin menjalani terapi.

"Sering kali pasien datang ke rumah sakit dengan kondisi sudah AIDS, misalnya mengalami infeksi paru, diare kronis, atau infeksi otak. Padahal kemungkinan mereka terinfeksi HIV sudah sekitar lima tahun sebelumnya tanpa gejala," katanya.

Ia menambahkan, pasien HIV tetap dapat menjalani hidup sehat selama disiplin mengonsumsi obat."Kami memiliki pasien yang sudah lebih dari 20 tahun hidup dengan HIV dan tidak pernah dirawat di rumah sakit karena disiplin mengonsumsi obat," ucapnya.

Dr. Muchlis mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menerapkan perilaku seksual yang aman serta tidak takut melakukan tes HIV apabila memiliki faktor risiko. Menurutnya, edukasi dan penghapusan stigma menjadi kunci agar lebih banyak orang mendapatkan pengobatan sejak dini.

"Semakin cepat diketahui, semakin cepat diobati, maka HIV tidak berkembang menjadi AIDS. Edukasi dan menghilangkan stigma menjadi kunci agar masyarakat tidak takut melakukan tes HIV," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....