Hotel di Semarang Tekan Limbah Makanan lewat Program Zero Food Waste

  • 17 Apr 2026 16:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Industri perhotelan mulai serius menangani persoalan limbah makanan melalui penerapan konsep zero food waste. Salah satunya dilakukan oleh Grand Candi Hotel Semarang, dengan mengedepankan perencanaan matang hingga edukasi kepada tamu dan staf.

Marcom & Brand Manager Grand Candi Hotel Semarang, Azkar Rizal M., mengatakan bahwa pengelolaan limbah makanan telah menjadi bagian dari kampanye seluruh departemen hotel. Menurutnya, konsep ini tidak hanya dilakukan di dapur, tetapi juga melibatkan seluruh operasional hotel.

Food waste management itu sudah dipikirkan sejak sebelum makanan disajikan. Termasuk, dengan sistem FIFO atau first in first out agar bahan makanan tetap terjaga kualitasnya,” ujarnya di SPADA PRO2 FM RRI Semarang, 17 April 2026.

Ia menjelaskan, perencanaan menu dan porsi menjadi kunci utama dalam menekan limbah makanan. Chef di hotel juga memiliki peran penting dalam memperkirakan jumlah produksi makanan berdasarkan tingkat okupansi tamu.

Selain itu, bahan makanan seperti sayuran disimpan dengan baik untuk menghindari pembusukan. Proses penyimpanan dilakukan secara ketat agar bahan tetap layak konsumsi sebelum diolah.

Jika terdapat makanan sisa yang masih layak, pihak hotel akan melakukan penyimpanan ulang atau wrapping sesuai standar keamanan pangan. Bahkan setiap hari juga dilakukan audit untuk memastikan tidak terjadi risiko keracunan makanan.

Menurutnya tak hanya itu, Grand Candi Hotel juga menjalankan program food rescue dengan membagikan makanan layak konsumsi kepada masyarakat kurang beruntung. Program ini dilakukan secara bergilir bersama beberapa hotel lain, biasanya satu kali dalam sebulan.

Namun, tantangan terbesar dalam pengelolaan limbah makanan muncul saat momen tertentu seperti iftar all you can eat. Dalam kondisi tersebut, tingkat sisa makanan cenderung meningkat karena tamu mengambil makanan dalam jumlah berlebih.

Untuk mengatasi hal ini, pihak hotel melakukan kampanye melalui berbagai tulisan, seperti poster hingga imbauan langsung kepada tamu. Bahkan, diterapkan kebijakan denda bagi tamu yang tidak menghabiskan makanan yang telah diambil.

“Kami memberikan edukasi dengan cara yang persuasif, tapi juga tegas. Tamu yang tidak menghabiskan makanan akan dikenakan charge sebagai bentuk tanggung jawab,” jelas Azkar.

Sejak diterapkan pada tahun 2023, program zero food waste di hotel tersebut dinilai cukup efektif. Azkar menyebutkan, upaya ini mampu menekan limbah makanan hingga sekitar 70 persen.

Meski demikian, pihak hotel tetap membatasi tamu untuk membawa pulang makanan dari area buffet demi menjaga keamanan konsumsi. Untuk acara privat, tamu diperbolehkan membawa makanan dengan persetujuan khusus melalui penandatanganan formulir.

Ke depan, Azkar berharap gerakan zero food waste tidak hanya dilakukan oleh penyedia jasa, tetapi juga didukung oleh masyarakat sebagai pengguna. Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam mengurangi pemborosan makanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....