Kasus Leptospirosis, Sebabkan Puluhan Warga Pati Meninggal Dunia

  • 28 Jun 2026 11:30 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Leptospirosis, Sebakan Kematian

RRI.CO.ID, Pati - Dinas Kesehatan Kabupaten Pati meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya kasus leptospirosis yang menyerang warga, dalam kurun waktu Januari – Mey 2026. Data kesehatan mencatat seratusan lebib warga terpapar leptospirosis dengan puluhan kasus berakhir kematian di Kabupaten Pati.

Pengelola Program Zoonosis Leptospirosis, Rabies dan PP Malaria & HIV Dinkes Pati Agus Irawan menjelaskan leptospirosis merupakan penyakit infeksi akut akibat bakteri Leptospira patogen. Bakteri tersebut menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung dengan kencing hewan pembawa penyakit.

“Data menunjukkan terdapat 172 kasus leptospirosis dengan 21 kematian sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Sebanyak 151 penderita berhasil sembuh setelah mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat,” ujarnya, saat diwawancara melalui telepon pintarnya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurut Agus, tikus menjadi sumber penularan utama meskipun sejumlah hewan lain juga dapat menularkan penyakit. Gejala leptospirosis meliputi demam, sakit kepala, nyeri betis, mual, muntah, serta kemerahan pada mata.

“Gejala leptospirosis sering menyerupai demam berdarah, tifoid, atau malaria sehingga memerlukan pemeriksaan laboratorium. Dinkes Pati telah memperkuat kewaspadaan fasilitas kesehatan dan mengintensifkan edukasi pencegahan kepada masyarakat,” katanya.

Kondisi kasus seperti ini mendorong Dinkes Pati memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini pada masyarakat luas. Dinkes Pati mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih serta menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas berisiko.(agp)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....