Bukan Hanya Ibu Hamil, Remaja juga Bisa Stretch Mark

  • 22 Jun 2026 09:11 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Banyak orang masih menganggap stretch mark hanya dialami oleh ibu hamil. Padahal, kondisi ini juga sering muncul pada remaja, sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa bisa terjadi di usia pertumbuhan.

Stretch mark (striae) adalah robekan kecil pada lapisan dermis kulit yang terjadi saat tubuh berkembang lebih cepat daripada kemampuan kulit untuk meregang. Ini merupakan bagian dari proses alami perkembangan tubuh.

Stretch mark adalah garis pada kulit yang muncul akibat peregangan. Kondisi ini umumnya terlihat di area paha, perut, pinggul, atau lengan, terutama saat tubuh mengalami perubahan.

Pada remaja, stretch mark dapat terjadi karena pertumbuhan tinggi badan yang cepat. Selain itu, perubahan berat badan dan hormon saat masa pubertas juga menjadi faktor yang memicu munculnya garis pada kulit.

Kondisi ini tidak hanya dialami oleh orang dengan tubuh gemuk. Remaja dengan tubuh kurus pun dapat mengalami stretch mark karena faktor utamanya adalah perubahan tubuh, bukan sekadar berat badan.

Meski umum terjadi, stretch mark sering berdampak pada kepercayaan diri. Banyak remaja merasa minder, berusaha menutupinya dengan pakaian tertentu, dan menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang tidak normal.

Pencegahannya bisa dari dalam dengan nutrisi yang disebutkan (Zinc, Vitamin A, C, D, dan Protein) sangat krusial untuk memproduksi kolagen dan menjaga elastisitas kulit, sehingga kulit lebih kuat menahan peregangan. Meskipun susah dihilangkan sepenuhnya setelah muncul, pencegahan dengan nutrisi dan menjaga kelembapan adalah langkah terbaik

Selain nutrisi, pencegahan dari luar seperti menjaga kelembapan kulit dari luar dengan pelembap (seperti body butter atau oil) juga sangat membantu menjaga keelastisan kulit. Menerapkan pola makan sehat juga menjadi faktor pencegahannya. (Syifa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....