Cuaca Ekstrem Ancam Kesehatan Anak, IDAI Minta Orang Tua Waspadai El Nino Godzilla
- 21 Mei 2026 09:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena “El Nino Godzilla” yang diperkirakan terjadi dengan intensitas kuat dinilai dapat mengancam kesehatan anak. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem akibat El Nino.
Dalam webinar dan seminar media IDAI, dr Piprim menjelaskan El Nino dapat memicu kekeringan panjang dan kenaikan suhu ekstrem yang berdampak langsung pada kesehatan anak. Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena lebih mudah mengalami dehidrasi dan heat stroke akibat paparan panas berkepanjangan.
Selain itu, krisis air bersih saat musim kering juga meningkatkan risiko penyakit akibat air tercemar seperti diare, disentri, dan tifoid. Suhu panas ekstrem turut memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Perubahan cuaca ini juga bisa memicu perkembangan virus atau bakteri tertentu akibat krisis air bersih. Potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) akibat berkembangnya nyamuk di genangan air saat cuaca tidak menentu juga bisa terjadi,” ujar dr Piprim.
IDAI mengimbau orang tua memastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi dan tidak menunggu anak merasa haus. Anak juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca panas serta menggunakan pelindung kepala bila beraktivitas di luar rumah.
“Kami menghimbau kepada orang tua untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan putra-putri mereka. Jangan tunggu haus,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah diminta memperkuat akses air bersih dan ketahanan pangan selama menghadapi dampak El Nino. Dr Piprim menegaskan El Nino bukan sekadar perubahan cuaca biasa, melainkan ancaman kesehatan yang perlu diantisipasi bersama demi melindungi anak-anak.
Dokter spesialis anak subspesialis respirologi konsultan, Darmawan Budi Setio mengatakan dampak El Nino tidak hanya menyebabkan cuaca panas dan kekeringan. Akan tetapi, juga meningkatkan risiko berbagai penyakit pada anak.
Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok paling rentan terdampak karena daya tahan tubuh mereka belum sempurna. Risiko yang mengintai mulai dari dehidrasi, heat stroke, diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan gizi.
Ia juga menyoroti dampak kebakaran hutan yang menghasilkan polusi udara PM2.5. Partikel berbahaya tersebut dapat masuk hingga ke paru-paru dan pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada anak.
Anak dengan asma dan penyakit paru kronis disebut lebih berisiko mengalami serangan akut. Terutama, saat kualitas udara memburuk.
Pemerintah diminta memperkuat akses air bersih, layanan kesehatan, serta pengendalian kebakaran hutan. Sementara, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, memastikan anak cukup minum, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca panas, serta melengkapi imunisasi anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....