Masih Takut Donor Darah? PMI Semarang Bongkar Manfaatnya untuk Tubuh
- 15 Mei 2026 13:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang-Palang Merah Indonesia atau PMI Kota Semarang memastikan donor darah tidak menyebabkan tubuh kehabisan darah maupun membahayakan kesehatan pendonor. Justru donor darah secara rutin dinilai memberikan banyak manfaat kesehatan sekaligus membantu menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Kepala Bidang UKT PMI Kota Semarang, dr. Widoyono mengatakan kebutuhan darah di Kota Semarang mencapai sekitar 100 ribu kantong darah per tahun. Dari jumlah tersebut, PMI Kota Semarang mampu memenuhi sekitar 80 persen kebutuhan darah masyarakat.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir tubuh akan kekurangan darah setelah melakukan donor. Sebab, jumlah darah yang diambil saat donor hanya sekitar 350 hingga 450 cc dari total sekitar lima liter darah yang dimiliki tubuh manusia.
“Jangan takut darahnya akan habis. Justru donor darah memiliki banyak manfaat karena tubuh akan memproduksi sel darah merah baru,” ujarnya, Kamis, 15 Mei 2026.
Ia menjelaskan donor darah secara rutin dapat merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah baru sehingga sirkulasi darah menjadi lebih baik. Selain itu, pendonor juga memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis seperti pengecekan tekanan darah, hemoglobin, hingga skrining penyakit menular melalui darah.
"Untuk mereka yang berpotensi mempunyai penyakit jantung ya,(donor darah-red) itu bagus. Karena dengan adanya donor darah secara rutin itu zat besi di dalam darah akan lebih stabil dan sirkulasi darahnya lebih lancar. Mungkin pernah dengar darah kental sindrom, nah, di sinilah fungsinya turn over darah atau mobilisasi darah," ucapnya.
Selain bermanfaat bagi kesehatan, donor darah juga dinilai memiliki nilai sosial dan kemanusiaan yang tinggi karena dapat membantu pasien dengan kondisi tertentu seperti anemia, talasemia, pasien operasi, hingga kondisi gawat darurat yang membutuhkan transfusi darah.
Ia menambahkan, minat donor darah di Kota Semarang cukup baik, termasuk dari kalangan usia muda. Bahkan sekitar 46 persen pendonor darah di PMI Kota Semarang berasal dari luar Kota Semarang.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya generasi muda usia 17 tahun ke atas, untuk rutin mendonorkan darahnya. Menurutnya, kualitas darah dari pendonor usia muda umumnya lebih baik dan sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....