Edukasi Kesehatan Kulit, Asian Medical Students' Association Gelar Dermis 2026
- 06 Mei 2026 09:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Asian Medical Students' Association(AMSA) District 4 Project 2026 menghadirkan edukasi kesehatan kulit dan penanganan darurat bagi masyarakat luas melalui kegiatan Dermatological and Emergency Response Management for Inclusive Society(Dermis) 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan awal pada masalah kesehatan yang sering terjadi sehari-hari.
Divisi Public Relation AMSA District 4 Project 2026, Amanda Charlendita, tema ini dipilih karena masalah kulit dan cedera masih kerap terjadi di tengah masyarakat. Masih banyak masyarakat yang belum memahami penanganan pertama yang tepat.
Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat dapat melakukan penanganan awal sebelum mendapat bantuan medis. “Cedera seperti luka bakar atau luka sayat bisa terjadi kapan saja,” ujarnya dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Kamis, 1 Mei 2026.
Amanda menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari AMSA Health Fair Indonesia. Setiap distrik menghadirkan tema berbeda yang tetap berfokus pada isu kesehatan masyarakat.
Pada tahun ini, District 4 memilih fokus pada dermatologi dan penanganan kegawatdaruratan inklusif. Fokus tersebut disesuaikan dengan tingginya kasus kesehatan kulit di Indonesia.
Head of Public Relation, Oneil Sanjaya, menjelaskan kegiatan utama terdiri dari webinar dan event offline. Webinar akan dilaksanakan pada 10 Mei, sementara kegiatan offline digelar pada 17 Mei 2026.
Kegiatan offline rencananya berlangsung di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan konsep edukatif dan interaktif. Peserta dapat mengikuti berbagai sesi pembelajaran terkait kesehatan kulit.
“Webinarnya gratis dan terbuka untuk masyarakat umum,” katanya. Peserta juga akan mendapatkan materi langsung dari narasumber ahli.
Kegiatan ini menghadirkan dokter spesialis kulit serta narasumber internasional dari UNICEF. Peserta juga dapat mengikuti focus group discussion terkait kasus kesehatan kulit.
Selain edukasi, kegiatan ini mendorong masyarakat memahami penanganan darurat sederhana secara mandiri. Langkah ini dinilai penting sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Amanda menilai kondisi iklim tropis di Indonesia membuat masalah kulit cukup sering dialami masyarakat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan kulit perlu terus diperluas.
“Kami ingin meningkatkan awareness masyarakat tentang kesehatan kulit,” ujarnya. Ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap penanganan pertama yang benar.
Pendaftaran webinar akan dibuka melalui media sosial resmi AMSA District 4 Project. Informasi lengkap kegiatan dapat diakses melalui akun Instagram mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....