Duduk Terlalu Lama, Bahaya yang Sering Diabaikan
- 28 Apr 2026 13:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang - Duduk berjam-jam di depan laptop sering dianggap aktivitas ringan karena tidak banyak bergerak. Namun, banyak orang justru merasakan pegal, lelah, hingga nyeri meski hanya berdiam diri sepanjang hari.
Duduk terlalu lama bukan berarti tubuh benar-benar beristirahat. Posisi statis dalam waktu panjang tetap memberi tekanan pada otot dan sendi, sehingga tubuh tetap “bekerja” tanpa disadari.
Beberapa faktor utama menjadi penyebab munculnya nyeri saat duduk lama. Postur tubuh yang kurang tepat, minim peregangan, sirkulasi darah yang tidak lancar, serta posisi duduk yang monoton memperbesar risiko ketegangan otot.
Bagian tubuh tertentu menjadi yang paling terdampak dari kebiasaan ini. Leher, bahu, punggung bawah, pinggang, hingga kaki sering terasa kaku karena menahan beban dalam posisi yang sama terlalu lama.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak jangka panjang. Nyeri bisa menjadi kronis, postur tubuh memburuk, dan tubuh terasa cepat lelah meskipun aktivitas yang dilakukan tidak berat.
Kebiasaan kecil yang sering diabaikan turut memperparah kondisi. “Saya sering lupa berdiri atau stretching karena terlalu fokus kerja, tiba-tiba badan sudah terasa pegal semua,” ujar Rina (23), salah satu pekerja yang mengalami keluhan serupa.
Untuk mengurangi dampak negatif tersebut perubahan sederhana bisa mulai dilakukan, disarankan untuk bergerak aktif setiap 30–60 menit, melakukan peregangan ringan, atau berjalan-jalan sebentar Serta mengatur posisi duduk dan menggunakan kursi yang nyaman dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....