Risiko Kanker Mengintai, Konsumen Wajib Waspadai Pewarna Berbahaya pada Takjil

  • 25 Feb 2026 18:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Di balik tampilannya yang menarik, takjil warna warni perlu diwaspadai karena berpotensi mengandung pewarna berbahaya yang dapat berdampak serius bagi kesehatan, seperti penyakit kanker. Konsumen harus cermat memilih takjil selama Ramadan, terutama yang memiliki warna mencolok dan dijual dengan harga sangat murah.

Pengamat pangan Soegiyapranata Catholic University, Dr. Ir. Christiana Retnaningsih, MP, mengingatkan, produsen hanya boleh menggunakan bahan tambahan pangan yang bersifat food grade. Zat pewarna tekstil seperti Rodamin-B dan Metanil Yellow tidak diperbolehkan untuk makanan.

“Warna merah tentu tidak boleh pakai Rodamin-B. Warna kuning tidak boleh pakai Metanil Yellow karena itu tidak aman untuk kesehatan,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, penggunaan bahan tambahan yang tidak sesuai aturan bisa berdampak dalam jangka pendek. Konsumen dapat mengalami mual, muntah, diare, pusing, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan tercemar.

Selain keracunan, reaksi alergi seperti bentol dan kemerahan pada kulit juga dapat terjadi. Kondisi ini kerap muncul akibat konsumsi bahan pangan yang tidak segar atau tercemar mikroorganisme

Retnaningsih menjelaskan, dampak jangka panjang jauh lebih berbahaya karena tidak langsung terlihat. Paparan zat kimia berbahaya dalam waktu lama dapat merusak hati, ginjal, dan sistem saraf

“Kemudian, juga mengganggu metabolisme kronis. Mungkin juga potensi karsinogenik karena adanya pewarna-pewarna yang tidak food grade tadi,” katanya

Ia juga mengingatkan konsumen agar tidak mudah tergoda diskon besar atau harga murah. Makanan kalengan yang menggembung, kemasan penyok, atau produk dengan warna terlalu tajam sebaiknya dihindari

Selain itu, konsumen perlu memeriksa tanggal kedaluwarsa dan memastikan kemasan dalam kondisi baik. Produk yang sudah melewati masa edar atau rusak berisiko terkontaminasi mikroba berbahaya.

Ia menegaskan, konsumen juga berperan penting dalam menjaga keamanan pangan. “Dengan sikap kritis dan teliti saat membeli, risiko gangguan kesehatan akibat pangan berbahaya dapat diminimalkan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....