Puasa Tidur Terus, Sehat atau Tidak?
- 24 Feb 2026 11:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ketika berpuasa, rasa lapar seringkali menghinggapi kita sehingga membuat kita malas untuk beraktifitas atau memperbanyak tidur. Namun ternyata tidur berlebihan bisa berdampak tidak baik pada kesehatan kita.
Dilansir dari healthline, tidur berlebihan hanyalah upaya untuk mengganti jam tidur yang hilang dalam waktu singkat, yang dikenal sebagai utang tidur. Misalnya, ketika Anda tidur lebih dari 10 jam dalam periode 24 jam di akhir pekan karena Anda begadang sepanjang minggu untuk belajar menghadapi ujian akhir.
Namun demikian, tidur berlebihan yang sering terjadi dapat mengindikasikan hipersomnia. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sangat mengantuk di siang hari atau durasi tidur lebih dari 18 jam.
Komplikasi yang terkait dengan tidur berlebihan bergantung pada apakah kondisi tersebut jangka pendek atau kronis, serta penyebab yang mendasarinya. Tidur berlebihan akibat kurang tidur dalam jangka pendek dapat menyebabkan kecemasan sementara, kebingungan, dan energi rendah.
Namun, tidur berlebihan secara teratur dapat meningkatkan risiko beberapa kondisi kesehatan diantaranya obesitas, stroke dan diabetes. Untuk mendiagnosa seseorang dianggap Oversleeping dokter akan melalukan serangkaian test, termasuk kebiasaan tidur, pola makan dan penyakit bawaan.
Pengobatan untuk tidur berlebihan akan bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika masalah kesehatan yang mendasarinya maka pengobatan terhadap penyakit tersebut akan membuat kita tidur lebih nyaman.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika, menjaga jadwal tidur yang konsisten,
berolahraga setidaknya 30 menit di siang hari, dapat membuat anda tidur lebih nyaman. Jangan lupa juga untuk tidak menggunakan perangkat elektronik dan menghindari kafein, alkohol, serta makanan sebelum tidur untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....