Autologous Regenerative Medicine, Inovasi Baru RSI Sultan Agung
- 30 Jan 2026 13:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Rumah Sakit Islam(RSI) Sultan Agung Semarang menghadirkan inovasi layanan kesehatan melalui konsep Autologous Regenerative Medicine. Metode ini memanfaatkan sel tubuh pasien sendiri untuk membantu penyembuhan kerusakan organ.
Pimpinan RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa menggagas terobosan baru di bidang pengobatan regeneratif tersebut. Ia menjelaskan, dalam metode ini, sel punca atau stem cell dari tubuh pasien sendiri dimanfaatkan untuk membantu proses regenerasi organ yang mengalami kerusakan.
“Pengobatan ini tanpa bahan kimia berlebih dan tidak dengan rekayasa genetik yang melanggar etika. Pengobatan ini dilakukan dengan manipulasi minimal (minimal manipulation),” ungkap Agus melalui siaran pers, Jumat, 30 Januari 2026.
Menurutnya, pendekatan ini bersifat revolusioner karena mengubah cara pandang pengobatan modern. Paradigma bergeser dari konsep membeli obat menjadi mengolah potensi diri.
“Ini adalah manifestasi nyata dari ayat Al-Qur'an (QS. Adh-Dhariyat: 21). Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?,” ucapnya.
Agus menilai perdebatan halal dan haram dalam dunia medis kerap berfokus pada bahan obat.
Padahal, solusi paling halal justru berasal dari sel tubuh pasien sendiri.
“Sel autologus sudah pasti 100 persen halal. Karena berasal dari diri sendiri, dan pasti cocok (compatible) secara biologis,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan konsep Thoyib Therapy dalam layanan kesehatan. “Mengambil sel pasien, memprosesnya dengan standar steril tinggi di laboratorium rumah sakit, lalu mengembalikannya untuk regenerasi organ, adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap tubuh manusia sebagai ciptaan Allah,” jelasnya.
Agus berharap inovasi ini menjadi pemantik bagi seluruh rumah sakit Islam di Indonesia. Ia menilai pengembangan pengobatan regeneratif tidak boleh menjadi one-man show.
“Bayangkan jika ratusan RSI di Indonesia memiliki unit Cell Research mandiri. Kita akan mandiri secara biaya, umat bisa mendapatkan layanan regeneratif dengan harga terjangkau,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....