Tim Unnes Wujudkan Diversifikasi Produk UMKM, Bantu Perajin Kembangkan Tahu Bakso
- 04 Okt 2026 12:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tim pengabdian dari dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) membantu kelompok perajin "Tahu Ngaran Pak Muh" di RT5/RW5 Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, untuk melakukan diversifikasi produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Perajin didorong untuk mengembangkan produk tahu bakso yang memiliki nilai jual tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan usahanya.
Ketua Tim Pengabdian Unnes, Dr Prima Astuti Handayani MT menilai tahu merupakan salah satu bahan pangan yang terbuat dari kacang kedelai. Makanan itu memiliki nilai gizi tinggi dan banyak varian jenis makanan yang dapat diolah dari tahu.
Selama ini, kata dia, kelompok perajin "Tahu Ngaran Pak Muh" itu hanya memproduksi tahu putih dan tahu goreng. Mereka ini biasa memasarkan produknya ke daerah Bangetayu, Kota Semarang.
"Oleh karenanya, kami menggandeng kelompok perajin Tahu Ngaran Pak Muh sebagai mitra untuk melakukan diversifikasi produk tahu menjadi tahu bakso. Tim Unnes memfasilitasi mesin gilingan daging dan pengaduk adonan bakso untuk memproduksi tahu bakso di UKMM Tahu Ngaran," ujar Prima.

Menurut dia, peluang pasar tahu masih besar, sehingga perlu dilakukan diversifikasi dengan menambah tahu bakso untuk menambah varian produknya. Terlebih kelompok perajin "Tahu Ngaran Pak Muh" yang diketuai Muhtadi itu juga tergolong produktif, setiap hari mampu memproduksi sekitar 10kg kedelai dan menghasilkan enam peniris tahu.
Ia menuturkan, produk tahu bakso yang dikembangkan juga bisa menyasar wisatawan yang berkunjung ke ibukota Provinsi Jawa Tengah tersebut. "Harapannya, adanya mesin tersebut akan mampu meningkatkan nilai ekonomi yang siginifikan, bukan hanya meningkatkan produksi tahu bakso tapi menyejahterakan kelompok perajin Tahu Ngaran Pak Muh," ujarnya.
Adapun, sumber dana pelaksanaan kegiatan berasal dari DPA Unnes melalui skema Program Pengabdian kepada Masyarakat bagi Dosen Tahun 2026. Tim dosen Unnes pada kegiatan pengabdian ini juga mendukung SDGs yang ke-9 dan ke-12.
Selain Prima, tim pengabdian Unnes juga melibatkan anggotanya, Dr Ing Catur Rini Widyastuti MSc, Octavianti Paramita Spd MSc, Widi Widayat ST MT, dan Ari Dwi Nur Indriawan Musyono SPd MPd. Kegiatan pengabdian juga dibantu Tenaga Kependidikan Unnes, Reni Ainun Jannah ST, serta mahasiswa Teknik Kimia Unnes, Muhammad Alkadri Ramadan L, I Made Surya Dharmawan, dan Elly Sabilla.

Sementara itu, Muhtadi mengatakan, kelompok perajin "Tahu Ngaran Pak Muh" itu biasa melakukan proses produksi sejak pagi hingga sore hari. Selama kurun waktu tersebut, perajin mampu melakukan proses produksi sebanyak 14 kali.
"Untuk memproduksi tahu bakso diperlukan mesin gilingan daging dan pengaduk adonan bakso, sehingga bantuan tim Unnes ini sangat bermanfaat bagi kami," ungkap Ketua Kelompok Perajin "Tahu Ngaran Pak Muh". Dengan tambahan produk tahu bakso, produk yang dijual perajin sekarang lebih bervariasi, harapnya juga bisa memberi nilai tambah bagi kelompoknya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....