USM dan Universitas Al-Hikmah Jepara Perkuat Kerja Sama Tri Dharma

  • 03 Okt 2026 13:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Semarang (USM) dan Universitas Al-Hikmah Jepara menjalin kerja sama dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan dan pengajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama oleh Rektor USM Dr Supari, ST, MT dan Rektor Universitas Al-Hikmah Jepara Dr Dr Ita Rahmawati, SSi, T, MKes di kampus USM, 2 Oktober 2026.

Rektor Universitas Al-Hikmah Jepara Ita Rahmawati mengatakan, kerja sama tersebut menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi yang berdiri pada 2022 itu untuk belajar dari pengalaman USM dalam mengelola perguruan tinggi. Pengalaman USM diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan tata kelola Universitas Al-Hikmah Jepara.

“Kami juga ingin belajar banyak tentang pengelolaan perguruan tinggi. Kami universitas swasta yang baru berdiri tahun 2022, sehingga dari USM kami bisa banyak belajar untuk pengelolaan yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, kerja sama mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa serta pengembangan kurikulum. Sementara pada bidang penelitian, kedua perguruan tinggi akan mengembangkan riset kolaboratif dan penulisan artikel ilmiah bersama.

Adapun bidang pengabdian kepada masyarakat akan diwujudkan melalui program bersama yang menyasar kebutuhan masyarakat di Semarang, Jepara, dan wilayah sekitarnya. Kerja sama juga mencakup penyelenggaraan workshop dan seminar bersama serta peningkatan kapasitas tata kelola perguruan tinggi melalui berbagi pengalaman dan praktik baik.

Ita mengatakan, tindak lanjut kerja sama akan dilakukan melalui penyusunan perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih teknis pada masing-masing bidang. Langkah tersebut diharapkan membuat kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program konkret.

Sementara itu, Rektor USM Dr Supari mengatakan perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dampak tersebut, kata dia, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pada aspek ekonomi, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pengembangan teknologi baru, start-up berbasis riset, serta lulusan yang kompetitif di dunia kerja. Dari sisi sosial, kontribusi dapat diwujudkan melalui pengabdian masyarakat, peningkatan kapasitas UMKM, dan dukungan terhadap layanan publik.

Sementara dalam aspek lingkungan, perguruan tinggi dapat mendorong riset energi terbarukan dan berbagai inisiatif keberlanjutan untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Karena itu, hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan perlu diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat langsung.

“Perguruan tinggi yang berdampak adalah perguruan tinggi yang mampu menerjemahkan temuan jurnal menjadi aksi nyata di lapangan,” kata Supari.

Supari menambahkan, transformasi perguruan tinggi perlu dilakukan melalui penguatan internal sekaligus eksternal. Dari sisi internal, reformasi kurikulum menjadi salah satu langkah penting agar lulusan tetap relevan dengan kebutuhan era industri 4.0 dan 5.0.

Pembelajaran, lanjutnya, perlu diarahkan pada pendekatan berbasis proyek dan interdisipliner dengan mengintegrasikan teknologi digital serta kecerdasan buatan. Sementara dari sisi eksternal, perguruan tinggi dapat berperan dalam transformasi wilayah melalui penelitian, inovasi, dan pengembangan ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan.

Untuk memperkuat dampak tersebut, USM mengembangkan kemitraan melalui model Triple Helix yang melibatkan pemerintah, industri, dan akademisi serta Quadruple Helix dengan melibatkan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan ilmu pengetahuan dan inovasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Perguruan tinggi adalah investasi terbesar suatu bangsa. Dengan dampak yang kuat, transformasi berkelanjutan, dan kolaborasi strategis, perguruan tinggi dapat menjadi pusat peradaban yang mendukung kemajuan masyarakat,” tegas Supari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....