Cegah Kecurangan, UHB Fasilitasi Seleksi Perangkat Desa Sawangan Berbasis CAT

  • 01 Okt 2026 20:12 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Banyumas – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Harapan Bangsa (UHB) mendorong proses seleksi perangkat Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, berlangsung lebih transparan dan objektif melalui penerapan sistem ujian berbasis komputer. FST UHB dipercaya menjadi tim fasilitator independen dalam seleksi Penyaringan dan Penjaringan Perangkat Desa (P3D) yang digelar di Kampus 2 UHB, Minggu, 6 September 2026.

Seleksi tersebut diikuti 10 peserta untuk memperebutkan dua formasi jabatan, yakni Kepala Dusun I dan Kepala Seksi Pelayanan. Proses seleksi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) untuk ujian tertulis dan dilanjutkan dengan Uji Kompetensi Komputer berupa praktik aplikasi perkantoran dan internet.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Deny Nugroho Triwibowo, mengatakan penggunaan sistem ujian berbasis komputer menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi dan meminimalkan berbagai bentuk kecurangan dalam proses seleksi. Sistem tersebut memungkinkan soal disajikan secara digital dan terproteksi sehingga mengurangi celah kebocoran maupun manipulasi lembar jawaban.

“Keunggulan utama pelaksanaan ujian berbasis komputer ini antara lain mencegah kebocoran dan manipulasi lembar jawab. Soal disajikan secara digital dalam sistem terproteksi, sehingga tidak ada celah perpindahan lembar jawaban manual atau intervensi pengubahan nilai pasca-ujian,” ungkap Deny dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Oktober 2026.

Selain itu, penilaian ujian tertulis dapat dihitung secara real-time oleh sistem setelah peserta menyelesaikan tes. Menurut Deny, mekanisme tersebut membuat hasil penilaian lebih objektif sekaligus mempersempit ruang spekulasi maupun negosiasi nilai.

“Hasil tes dapat langsung direkapitulasi dan diumumkan secara terbuka pada hari yang sama di hadapan panitia desa, pengawas, dan perwakilan peserta. Asas transparansi ini memastikan seleksi bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN),” jelasnya.

Uji kompetensi komputer juga menjadi bagian penting dalam seleksi tersebut. Selain menguji pengetahuan terkait regulasi dan pengetahuan umum, peserta diuji menggunakan Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint, serta internet untuk mengukur kesiapan calon perangkat desa menghadapi digitalisasi administrasi pemerintahan.

Rangkaian seleksi diawali dengan registrasi dan pemindaian peserta, kemudian dilanjutkan ujian tertulis CAT, penyusunan berita acara, uji kompetensi komputer, serta penilaian prestasi dan dedikasi. Seluruh tahapan selesai dan hasilnya diumumkan pada siang hari dalam suasana yang tertib dan kondusif.

Ketua Panitia P3D Desa Sawangan, Kartono, mengapresiasi dukungan FST UHB dalam pelaksanaan seleksi tersebut. Kemitraan dengan perguruan tinggi dinilai memberikan rasa tenang kepada masyarakat karena proses seleksi melibatkan penguji dari kalangan akademisi yang independen dan objektif.

Melalui fasilitasi tersebut, FST UHB berharap perangkat desa yang terpilih merupakan figur yang berintegritas, jujur, serta memiliki kemampuan teknologi informasi. Kemitraan ini juga menjadi bagian dari upaya UHB menghadirkan penerapan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi tata kelola pemerintahan di tingkat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....