Akademisi: Kecurangan UTBK Jadi Preseden Buruk bagi Dunia Pendidikan Tinggi
- 22 Apr 2026 15:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Dosen Universitas Semarang (USM), Dr Saiful Hadi MKom, menilai banyaknya temuan kecurangan pada Ujian Tulis Berbasis Komputer(UTBK) Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPBM) 2026 menjadi preseden buruk dunia pendidikan tinggi. Temuan kecurangan seperti perjokian, penggunaan alat digital di telinga (earphone) ditemukan pada hari pertama pelaksanaan UTBK di beberapa kampus negeri.
“Kecurangan oleh calon mahasiswa baru yang menggunakan joki menjadi sebuah preseden buruk. Ketika calon mahasiswa sudah curang, nanti ketika menjadi lulusan dari Perguruan Tinggi Negeri, kemudian menjadi pejabat, potensi korupsi akan tinggi,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu, 22 April 2026.
Untuk mencegah kecurangan, lanjut dia, panitia dalam hal ini pemerintah dan aparat terkait harus menindak tegas oknum calon mahasiswa yang curang. Pengawasan yang ketat perlu diterapkan untuk mengahasilkan calon mahasiswa yang memilik integtitas dan menjunjung tinggi kejujuran.
“Kemarin ditemukan menggunakan perangkat yang kecil, kayak earphone di dalam telinga. Itu kan artinya canggih, tahun-tahun kemarin belum ada dan aksi kecurangan biasanya mereka lebih tahu teknologinya,”ungkapnya.
Ia menekankan, penting sekali bagi masyarakat agar dalam melakukan sesuatu hal jangan diawali dengan dengan kecurangan untuk masuk perguruan tinggi. Mencapai suatu tujuan harus diawali dengan kejujuran agar berproses sesuai dengan prosedur.
“Ujian masuk perguruan tinggi negeri harusnya dilakukan dengan prinsip integritas, keadilan, dan kejujuran. Masa depan pendidikan tidak boleh digadaikan dengan cara yang tidak benar dan berprestasi dengan jujur adalah hal yang utama, sehingga memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima,” ujarnya.
Saiful juga berpesan agar para calon mahasiswa yang ingin kuliah di Pergururan Tinggi Negeri untuk mempersiapkan diri dengan baik. Dengan membekali diri dengan integritas dan kejujuran menjadi modal melahirkan generasi yang memiliki tindakan, nilai, dan sesuai dengan prinsip moral.
“Kalau ingin masuk perguruan tinggi negeri, harus belajar yang kuat, serius bahkan mengikuti bimbingan belajar. Supaya nantinya bisa lolos di perguruan tinggi yang menjadi impian,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....