Hadirkan Guru Tamu, SMK Bhakti Praja Batang Siapkan Mental Siswa sebelum Magang

  • 30 Sep 2026 20:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Mengenalkan budaya kerja perlu ditanamkan sejak remaja, khususnya bagi kalangan pelajar jenjang SMK yang merupakan institusi pendidikan untuk mencetak calon-calon tenaga kerja profesional. Salah satu upaya yang diintensifkan oleh SMK Bhakti Praja Batang, yakni dengan menghadirkan guru tamu berkompeten, untuk membekali siswa sebelum memasuki masa pemagangan maupun dunia kerja yang sesungguhnya.

Kehadiran guru, menjadi langkah persiapan bagi siswa yang akan memasuki masa pemagangan, agar mental lebih siap dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. Kepala SMK Bhakti Praja Batang, Riyanto menghadirkan guru tamu dari Mazda Semarang, untuk membekali anak didik, sebelum memasuki masa pemagangan, sehingga lebih memantapkan mental.

"Tujuannya supaya anak-anak saya tidak kaget ketika memasuki dunia kerja sesungguhnya. Mereka memiliki kesiapan yang lebih baik ketika tiba waktunya untuk Praktik Kerja Lapangan," ujarnya saat ditemui di Aula SMK Bhakti Praja, Kabupaten Batang, Rabu 30 September 2026.

Pembekalan diberikan secara eksklusif kepada 44 siswa kelas XI TKR 1 dan XII TKR 1. "Khusus kelas XII sebagai persiapan untuk PKL periode 2, sedangkan kelas XI persiapan tahun depan," ucapnya.

Setelah mengikuti pembekalan, sebagian mengikuti pemagangan ke Mazda Semarang, sebagian lainnya tersebar di bengkel maupun perusahaan di seluruh Jawa Tengah. "Kami sudah berkerja sama dengan Mazda sejak lama, dan diberi kuota hanya dua anak tiap periode," katanya.

Servis Manajer Mazda Semarang, Sulistyo selaku pemateri utama menekankan sejumlah materi dasar karena mayoritas belum pernah menjalani masa pemagangan. Dua materi utama yang ditekankan yakni kemampuan teknis maupun non teknis.

"Kemampuan non teknis itu justru penting dari dalam diri mereka, yang harus diperdalam sebelum memasuki masa pemagangan. Teknis bisa diterapkan ketika berada di tempat magang," ucapnya.

Prinsip kepercayaan diri yang tinggi perlu ditanamkan kepada siswa, agar mental mereka siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun industri. Sebaliknya jika siswa tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi, bakat dan potensi itu tidak akan muncul.

"Makanya percaya diri itu penting, agar kemampuan dan bakat mereka bisa tereksplorasi dengan maksimal. Secara umum kemampuan pelajar SMK di Batang sudah baik, hanya memang kemampuan teknisnya perlu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri di Jawa Tengah," katanya.

Salah satu pelajar, Alif kelas XII TKR 1, merasa diuntungkan dengan kehadiran guru tamu yang mengajarkan strategi menjelang memasuki masa pemagangan. Beberapa materi penting disampaikan agar mental lebih siap menghadapi lingkungan baru di dunia industri yang sesungguhnya.

"Pembekalan ini jadi langkah untuk menyiapkan mental saya sebelum magang kebetulan ke Mazda Semarang. Rencananya mau magang Oktober nanti, jadi biar lebih siap, supaya suatu saat bisa mewujudkan cita-cita pingin punya perusahaan mobil," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....