AI dalam Pendidikan Harus Jadi Partner, Bukan Jalan Pintas

  • 30 Sep 2026 10:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan pendidikan semakin masif. Teknologi ini dimanfaatkan tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga dosen untuk mendukung berbagai kegiatan akademik, mulai dari pengajaran hingga penelitian.

Dosen Mata Kuliah Umkm(MKU) Fakultas Ekonomi Universitas Semarang, Dini Anggraheni mengatakan kehadiran AI menjadi tantangan tersendiri. Penggunaannya perlu dilakukan secara bijak dan kritis.

"AI kita posisikan sebagai partner, kita posisikan sebagai teman untuk berdiskusi. Segala keputusan itu kita sebagai manusia yang memutuskan," katanya kepada RRI Semarang, Selasa 29 September 2026.

Menurutnya, informasi yang dihasilkan AI tidak seharusnya diterima secara mentah untuk kemudian langsung dipublikasikan atau diberikan kepada mahasiswa. Pengguna tetap perlu melakukan pengecekan dan mempertimbangkan kembali informasi yang diberikan AI.

Ia juga menyoroti penggunaan AI oleh mahasiswa dalam mengerjakan tugas. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak sekadar melakukan salin-tempel hasil AI karena berpotensi menimbulkan persoalan akademik.

Dosen, kata dia, juga perlu meningkatkan ketelitian dalam memeriksa tugas mahasiswa. Pengecekan dapat dilakukan dengan membaca hasil pekerjaan secara cermat maupun memanfaatkan aplikasi pendeteksi penggunaan AI.

Dalam pembelajaran bahasa Inggris yang diampunya, dia memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memanfaatkan AI pada tahap penyusunan draft atau materi presentasi. Namun, saat menyampaikan materi di depan kelas, mahasiswa tetap dituntut menguasai dan menjelaskan materi dengan kemampuan sendiri.

"AI hanya partner kalian untuk bisa membantu, memberikan saran atau mengolah materi-materi yang kalian punya. AI itu bukan segalanya untuk bisa menemukan suatu kebenaran atau menyelesaikan tugas kalian," katanya.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak menjadikan AI sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan tugas maupun skripsi. Kemampuan berpikir kritis tetap diperlukan untuk memilah dan menganalisis informasi yang diberikan teknologi tersebut.

Ia menekankan, penggunaan AI secara bijak dapat membantu proses belajar, selama mahasiswa tetap menjadikan kemampuan berpikir, menganalisis, dan mengambil keputusan sebagai bagian utama dalam menyelesaikan pekerjaan akademik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....