Guru PAUD Kabupaten Semarang Perjuangkan Pengakuan dan Kesetaraan Hak

  • 16 Sep 2026 09:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Semarang terus memperjuangkan pengakuan status profesi dan kesetaraan hak. Aspirasi tersebut kembali mengemuka dalam peringatan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Semarang, Sabtu 12 September 2026.

Perjuangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan, tetapi juga pengakuan atas pengabdian guru PAUD dalam membangun fondasi pendidikan anak. HIMPAUDI berharap aspirasi yang selama ini disuarakan dapat diwujudkan menjadi kebijakan yang memberikan pengakuan, kesetaraan, dan penghargaan yang layak bagi pendidik PAUD.

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Semarang, Ulfa Maria, mengatakan tema HUT ke-21 HIMPAUDI menjadi penegasan bahwa para pendidik PAUD ingin terus mengabdi sekaligus mendapatkan pengakuan dan perlakuan yang setara.

“Tema ini menjadi pengingat bahwa guru PAUD telah memberikan pengabdian yang panjang untuk anak-anak. Karena itu, perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dan kesetaraan harus terus dinyalakan. Kami berharap aspirasi para guru PAUD dapat didengar dan diperjuangkan bersama,” ujarnya dalam rilis Rabu 16 September 2026.

Menurut Ulfa, perjuangan guru PAUD bukan semata-mata menyangkut persoalan kesejahteraan. Pengakuan terhadap pendidik PAUD juga menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini.

Melalui semangat “Nyalakan Asa”, HIMPAUDI berharap perjuangan tersebut tidak berhenti sebagai aspirasi. Organisasi itu mendorong agar tuntutan pengakuan dan kesetaraan guru PAUD dapat berlanjut menjadi kebijakan yang memberikan kepastian dan penghargaan terhadap profesi mereka.

“Kami berharap perjuangan para guru PAUD Kabupaten Semarang yang telah disuarakan tidak berhenti sebagai aspirasi, tetapi dapat berlanjut menjadi kebijakan,” katanya.

Dukungan terhadap perjuangan tersebut datang dari Pemerintah Kabupaten Semarang dan DPRD Kabupaten Semarang. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyatakan akan menampung aspirasi para pendidik PAUD dan mendukung perjuangan mereka.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Pujo Pramujito, menyatakan dukungan terhadap upaya mewujudkan kesetaraan guru PAUD, termasuk membantu menyampaikan aspirasi tersebut ke tingkat nasional.

“DPRD siap mendukung perjuangan kesetaraan guru PAUD, termasuk memfasilitasi penyampaian aspirasi ke tingkat nasional,” ucapnya.

Di tengah perjuangan tersebut, persoalan kesejahteraan masih menjadi tantangan bagi sebagian guru PAUD. Afrida Mutoharoh, guru PAUD dari Kecamatan Tuntang, misalnya, mengaku tetap mengajar selama sekitar 20 tahun meski menerima honor yang sangat terbatas.

“Selama sekitar 20 tahun mengajar, saya tetap bertahan meski honor yang diterima hanya sekitar Rp100 ribu,” ucapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Afrida harus mencari pekerjaan tambahan dengan penghasilan yang tidak menentu. Ia pernah berjualan kerupuk secara serabutan, bekerja paruh waktu, hingga memberikan les pada malam hari. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak membuatnya meninggalkan dunia PAUD dan tetap mendampingi anak-anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....